oleh

225 Warga Sumbar Kembali Cabut Baiat NII Jilid 3 di Lima Puluh Kota

-Terorisme-65 Dilihat

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan mengapresiasi kegiatan cabut baiat dan ikrar setia NKRI para aktivis NII Sumbar Jilid 3 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota.

Jumlah anggota NII di Sumbar yang dirilis Mabes Polri ada 1.125 orang, namun setelah dilakukan pengembangan totalnya bertambah menjadi 1,157 orang.

Pencabutan baiat kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Dharmasraya untuk 391 orang, Kabupaten Tanah Datar 518 orang, dan di Kabupaten Limapuluh Kota tercatat 225 orang. 

“Jadi totalnya  ada 1.157 dengan rincian 1.134 orang yang sudah cabut baiat, 16 orang yang ditangkap, dan 7 orang meninggal dunia.

Ken yang hadir memberikan Tausyiah Kebangsaan kepada para anggota NII yang melakukan cabut baiat dan ikrar setia NKRI dihadiri oleh Kapolda Sumbar, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Gubernur, Danrem, Kabinda Dan Forkopimda Provinsi dan tokoh agama serta tokoh masyarakat Provinsi Sumatera Barat. 

Dalam tausyiahnya Ken menceritakan doktrin NII dan bahayanya bila seseorang sudah terpapar, Tapi Ken tidak menyalahkan siapapun terkait maraknya gerakan NII di Sumbar, sebab menurutnya NII adalah gerakan bawah tanah, jangankan aparat dan pemerintah setempat, keluarga terdekat saja banyak yang tidak tahu kalau diantara anggota keluarga mereka terpapar NII, dan ini seperti virus yang bisa menimpa siapa saja. Ujar Ken.

Justru adanya kepedulian dan langkah aparat dan pemerintah yang segera menindaklanjuti informasi ini adalah bukti aparat sigap terhadap permasalahan NII, jangan sampai malah ada pembiaran yang bisa berkibat dari yang hanya paham pemikiran NII naik level menjadi teroris.

Ken Setiawan

Ken menyampaikan pesan kepada para anggota NII yang telah mencabut baiat dan berikrar setia NKRI agar jangan coba coba kembali ke kelompok NII, sebab biasanya para mantan NII akan dihubungi kembali oleh senior anggota NII yang masih aktif, atau dihubungi oleh kelompok radikal yang lain seperti JI, JAD, Khilafatul Muslimin dll.

Densus 88 menurut Ken saat ini amat sangat toleran terhadap para anggota NII, lebih mengutamakan pendekatan persuasif, pembinaan dan pencegahan yang humanis, jadi tidak semuanya ditangkap.

Tapi Ken juga mengingatkan, daftar nama dan alamat para anggota NII yang telah melakukan cabut baiat dan ikrar setia NKRI sudah ditangan aparat, jadi bila ketahuan terlibat lagi maka akan dilakukan tindakan tegas.

Ken mengatakan bahwa sehebat apapun kelompok NII tidak akan pernah menang menghadapi NKRI, justru NII sejatinya adalah gerakan sesat yang menyesatkan, bahkan merupakan tragedi kejahatan kemanusiaan atas nama agama. 

Anggotanya NII itu di miskinkan hartanya atas nama infak perjuangan, dirusak ahlaknya sehingga mengkafirkan semua orang termasuk orang tua dan dihancurkan masa depan karena keluar dari sekolah, kuliah dan pekerjaan karena fokus di NII, Jadi berbahaya sekali, Tutup Ken. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.