oleh

Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Antisipasi Pandemi Covid-19 Berkepanjangan

Pandemi Covid-19 masih terus terjadi dan belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Oleh sebab Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) perlu untuk terus diterapkan karena menjadi strategi efektif untuk menghadapi pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar masyarakat Indonesia harus dapat beradaptasi dengan Covid-19. Bahkan, ada kemungkinan Covid-19 berpeluang hidup berdampingan dengan masyarakat dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

Presiden Jokowi juga telah mengingatkan adanya kemungkinan virus corona akan bertahan cukup lama di muka bumi. Apabila prediksi itu benar, maka manusia yang perlu melaksanakan adaptasi kebiasaan baru agar tetap bisa beraktifitas normal dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Pada akhirnya, kita dihadapkan pada fakta bahwa adaptasi untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 harus dilakukan. Varian Delta dikenal memiliki masa inkubasi lebih pendek dan karakter yang cepat menempel pada sel tubuh manusia.

Varian Delta, menurut dr Koesmedi Priharto SpOT MKes – Kasubbid Tracing Satgas Covid-19 saat menjadi pembicara pada Dialog Produktif KPCPEN dengan tema Upaya Mengurangi Risiko Kematian Akibat Varian Baru, memang mudah menular dan mendominasi lebih dari 76% yang ditemukan di Indonesia. Namun demikian, seperti virus pada umumnya, virus COVID-19 akan dapat dikalahkan oleh daya tahan tubuh manusia yang kuat.

Senada, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak masyarakat untuk mulai melakukan kebiasaan baru dalam menghadapi wabah Pandemi Covid-19.

Hadi turut mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Menurut dia, efektivitas penggunaan masker dalam menangkal Covid-19 sebesar 95 persen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *