oleh

Aparat Disiagakan Antisipasi Gelombang Demo Tolak DOB dan Otsus di Jayapura

-Berita, Papua-173 Dilihat

Sebanyak seribu aparat Kepolisian dan TNI disiagakan untuk mengantisipasigelombang demo tolak DOB dan Otsus di Papua pada 10 Mei 2022 mendatang di Kota Jayapura, Papua.

Bahkan kepolisian setempat pun telah mewarning agar demo tersebut tidak dilakukan oleh kelompok yang menyebutkan mereka Petisi Rakyat Papua (PRP).

“Saya ingatkan aksi 10 Mei mendatang, ketika ada kelompok yang muncul kami langsung ambil tindakan tegas dengan membubarkan secara paksa sesuai prosedur yang ada,” ujar Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Gustav Urbinas, Sabtu (7/5) di Jayapura.

Menurutnya selama ini aparat kepolisian sangat kooperatif dan tidak pernah menutup ruang demokrasi bagi siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi. Hanya saja mantan Kapolres Jayapura ini menyarankan agar tata cara penyampaian aspirasi harus merujuk pada undang-undang yang berlaku di negara ini.

“Intinya kami tidak pernah membatasi siapapun, akan tetapi syarat itu sudah diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998, sehingga harus dipatuhi oleh seluruh Warga Negara Indonesia,” tegasnya.

Gustav membeberkan aksi demo 10 Mei di Kota Jayapura, tidak memenuhi syarat formal sesuai aturan. Bahkan ia menyayangkan cara penyampaian surat pemberitahuan maupun izin dari pihak bersangkutan sangat tidak beretika.

“Mereka datang kasih surat ke kami tanpa memberitahu apa tujuan dan mereka langsung melarikan diri seperti seorang pencuri. Jadi, secara formal saja sudah tidak memenuhi syarat karena tidak ada klarifikasi dari pihak yang akan melaksanakan demo, bahkan hanya menyuruh orang lain untuk mengantarkan surat permohonan ijin aksinya. Padahal sudah diatur dalam UU No 9 Tahun 1998,”katanya gamblang.

Mengingat aksi demo nanti tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian, Gustav pun kembali menekankan bahwa jajarannya akan membubarkan massa yang melakukan aksi secara paksa sesuai prosedur.

“Saya harap masyarakat juga bijak, dalam menyikapi itu. Jangan mau ikut sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,”kata Gustav.

Selanjutnya Gustav mengimbau masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak perlu ikut terlibat dalam aksi yang tidak memberikan manfaat dan hanya merugikan diri sendiri.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan memberikan rasa aman dan nyaman, apalagi aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.