oleh

Apindo Menyebut Perusahaan di Kudus Tak Ada yang Lakukan PHK Karyawan

Selama pandemi Covid-19, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kudus menyebut tak ada perusahaan di Kudus yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Meski diakui banyak perusahaan yang terdampak secara signifikan, sehingga mempengaruhi neraca keuangan.

Ketua Apindo Kudus Bambang Sumadiyono menyebut, selama pandemi Covid-19 kondisi perusahaan-perusahaan memang fluktuatif. Sempat mengalami keterpurukan di awal masa pandemi. Tetapi bisa merangkak bangkit di akhir tahun lalu hingga awal 2021.

”Sejauh ini belum ada (perusahaan) yang mem-PHK karyawannya. Itu adalah komitmen dari perusahaan-perusahaan di Kudus,” jelasnya.

Meki sudah cukup berhasil bangkit dari keterpurukan pada awal pandemi, Bambang menambahkan, bila dua bulan terakhir ini dengan ada lonjakan kasus Covid-19 lagi, membuat perusahaan resah. Namun, para pengusaha yang ada di bawah Apindo diminta komitmennya agar tidak mem-PHK karyawan. Karena banyak karyawan yang menggantungkan hidup pada para perusahaan itu.

”Ini karena ada efek domino juga. Artinya, beberapa perusahaan yang semula tak terpengaruh (pandemi) pun terkena imbas. Karena di wilayah lain kondisinya sama. Jadi, ada perusahaan yang terganggu pada permintaan. Dan ada yang terpengaruh dari sisi produksi,” ungkapnya.

Untuk itu, dia menyebut telah menyusun beberapa langkah bersama para pengusaha agar perusahaan-perusahaan di Kota Kretek kembali bisa menyetabilkan neraca keuangannya. Untuk menghindari PHK.

Salah satunya dengan mengupayakan agar pandemi Covid-19 segera berakhir atau penularannya bisa diminalisasi dengan mendorong program vaksinasi. ”Apindo siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan percepatan vaksinasi. Kami bisa menyediakan sumber daya yang akan divaksin. Sedangkan pemkab bisa memfasilitasinya,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah perusahaan juga telah menyediakan kendaraan penjemputan bagi pekerja yang berasal dari luar kota. Hal tersebut untuk menekan semaksimal mungkin penularan Covid-19. Tak hanya itu, perusahaan juga sudah berkomitmen membuat shelter yang diperuntukan bagi karyawan yang terpapar Covid-19.

Perusahaan di Kudus juga telah memberi aturan tegas bagi karyawannya untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mulai dari penggunaan masker hingga sederet standar prokes lain.

”Ini untuk meminimalisasi penularan di lingkungan perusahaan. Karena jika sampai ada karyawan yang terpapar Covid-19, yang dirugikan tidak hanya karyawan, melainkan perusahaan ikut menanggung,” imbuhnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *