oleh

BSU dan Bansos Cov-19 Jaga Ekosistem Perdagangan

Pemerintah kembali menggulirkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan anggaran Rp 8,8 triliun untuk memastikan pendapatan dan daya beli masyarakat tetap terpenuhi. Bantuan ini sekaligus menjadi stimulus perekonomian di masa pandemi. Jumalah BSU yang dianggarkan per penerima ialah sebesar Rp 500 ribu yang akan diberikan langsung untuk dua bulan dengan total Rp 1 juta.

Menyikapi permasalah tersebut, analis Taiwan-Indonesia Trade Association (TITA), Tulus J. Maha, mengatakan bahwa masyarakat seyogyanya mengapresiasi pemerintah yang telah berusaha mempercepat penyaluran dan pengiriman bantuan subsidi upah (BSU) dan bantuan sosial (Bansos) secara tepat sasaran dan sistematis kepada masyarakat dan pekerja terdampak pembatasan cegah Covid-19. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kemampuan daya beli masyarakat ditengah pandemi, sehingga roda perdagangan tidak terhenti. Selain itu, adanya penyaluran bantuan beras PPKM Tahap II kepada 8,8 juta KPM, dalam hal ini berupa paket 10 kg beras medium/KPM merupakan kebijakan yang tepat. Hal ini bertujuan untuk menurunkan tekanan dari masyarakat yang saat ini sedang memerlukan bansos.

“Masyarakat seyogyanya mengapresiasi pemerintah yang telah berusaha mempercepat penyaluran dan pengiriman bantuan subsidi upah (BSU) dan bantuan sosial (Bansos) secara tepat sasaran dan sistematis kepada masyarakat dan pekerja terdampak pembatasan cegah Covid-19”, ujar Tulus J. Maha.

Selain itu, dirinya juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk melaporkan atau memviralkan apabila terdapat pungutan liar (Pungli) terkait Bansos oleh oknum tertentu agar dapat segera dilakukan penegakkan hukum. Dukungan dari Pihak kepolisian diberbagai daerah yang akan menindaklanjuti setiap aduan maupun pelaporan penyimpangan dana bansos Covid-19 juga merupakan langkah yang positif guna mengawal ekosistem perdagangan.

“Mari kita awasi penyaluran Bansos, agar tepat sasaran. Waspadai fenomena Pungli Bansos Covid-19 diberbagai daerah”, tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *