oleh

Bupati Lany Jaya Pastikan Etnis Papua Tidak Akan Hilang

-Berita, Papua-13 Dilihat

IndonesiaBangsaku.com – Bupati Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Beda Yigibalom mengimbau masyarakat Papua, terutama masyarakat di Lanny Jaya supaya semakin cerdas dan bijak, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu dan informasi menyesatkan, termasuk informasi bohong terkait pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB).

Bupati menegaskan bahwa adanya isu masyarakat Papua akan habis, jika dilakukan pemekaran provinsi ataupun pemekaran kabupaten adalah bohong.

Bupati Kabupaten Lanny Jaya menekankan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lanny Jaya harus lebih bersyukur kepada Negara Republik Indonesia.

Para ASN di Papua jangan mengeluh apalagi membenci Negara Republik Indonesia. Bupati pun bakal menindak jika terdapat ASN Lanny Jaya yang melakukan aksi unjuk rasa atau bahkan memimpin aksi unjuk rasa menolak program pemerintah, termasuk menolak pemekaran.

“Saya meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Petrus Wakerkwa, untuk memberhentikan ASN yang bersangkutan saat itu juga, supaya nama baik pemerintah Kabupaten Lanny Jaya tetap terjaga dan bisa lebih baik,”tegas dia Kamis, (31/3/2022).

Bupati juga menghimbau masyarakat Kabupaten Lanny Jaya juga untuk mendukung program pemerintah. Karena maju mundurnya masyarakat Papua berada di tangan masyarakat.

“Masyarakat Papua harus siap dan mengetahui hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi pemekaran DOB di Papua, bukan melakukan hasutan atau terhasut untuk menolak pemekaran DOB. Apalagi pemekaran di Papua bukan hanya keinginan pemerintah pusat akan tetapi juga terdapat aspirasi dari masyarakat, seperti DOB Kabupaten Puncak Trikora di daerah Kuyawage dan Balingga dan DOB Kabupaten Balim Center di Indawa dan Maki,”jelas Bupati.

Adanya dua DOB yang berada di Kabupaten Lanny Jaya, tidak diragukan lagi bahwa masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya mendukung penuh pemekaran di Papua. Karena dengan adanya DOB di Papua diharapkan dapat memperpendek rentang kendali dan pengawasan di Papua yang masih terlalu luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.