oleh

Demi Kesejahteraan, Ribuan Warga Mimika Dukung Otsus dan Pemekaran Wilayah Papua Tengah

-Berita, Papua-67 Dilihat

IndonesiaBangsaku.com – Ribuan warga Kabupaten Mimika, Papua turun ke jalan menggelar aksi dukungan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Papua Tengah. Massa aksi menjelaskan wilayah Timika akan menjadi ibu kota DOB Papua.

Pada kegiatan deklarasi tersebut dihadiri oleh 3000 masyarakat Mimika dari berbagai suku adat di Kab. Mimika yakni ketua adat di Kab. Mimika seperti Yance Yohanis Boyau (Ketua Forum Peduli Pemekaran), Toro Koyame (Koordinator Aksi), Karel Kum (Tokoh Lemasa), Lazarus Kobogau (Tokoh Masyarakat Suku Moni).

Lalu dihadiri pula Adolof M. (Perwakilan Perkumpulan Keluarga Sulewesi Utara), Yulius Hagabal (Kepala Suku Damal), Dercy Rumberi (Perwakilan Suku Saireri), M. Didie MS (Tokoh Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu / KKJB), Zwingly Demena (Ikatan Keluarga besar Jayapura), Ristam Kupak (Perwakilan Tokoh dari Fak-Fak), Lalu Wijaya (Ketua Paguyuban Masyarakat Lombok), Frans Tumuka (Ketua Yayasam Yuamako), Yulius Hagabal (Kepala Suku Damal).

Massa bergerak sekitar pukul 09.00 WIT dari Kota Timika menuju ke Kantor Bupati Mimika untuk deklarasi dukungan pembentukan Provinsi Papua Tengah.

Ada 18 perwakilan dari setiap suku di Timika yang menggelar deklarasi dukungan untuk Provinsi Papua Tengah. 

“Aksi turun ke jalan ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah atas terbentuknya DOB Papua Tengah dengan ibu kotanya di Timika,” ungkap Ketua Koordinator Aksi Deklarasi, Karel Kum, Rabu (13/4/2022). 

Karel mengklaim, suku Amungme bersama suku Kamoro menyatakan menerima ibu kota Provinsi Papua Tengah ditempatkan di Timika. Dia meminta semua pihak mendukung dan menerima rencana ini. 

“Kami terima provinsi Papua Tengah, di Timika harga mati. Siapapun yang menolak makan akan bertentangan dengan aturan,” tegasnya. 

Ada 3 point pernyataan Deklarasi Mimika Bersatu oleh Yance Yohanis Boyau (Ketua Forum Peduli Pemekaran DOB, yakni:

1) Mendukung upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi tercapainya Papua Damai.
2) Mendorong penyelesaian masalah Papua secara rekonsiliasi dan restitusi menuju Papua yang aman.
3) Mendukung implementasi UU Otsus nomor 2 tahun 2021 dan rencana pemekaran DOB menuju Papua damai, aman dan sejahtera. (Wan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.