oleh

Demokrat Tagih Janji Politik Sandiaga Uno

-politik-30 Dilihat

Indonesiabangsaku, Jakarta Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno ditagih janjinya oleh Partai Demokrat terkait dengan kampanye bersama dengan melibatkan Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi hal tersebut Partai Hanura sekaligus koalisi calon presiden dan wakil presiden Indonesia nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin menilai bahwa, adanya pernyataan dari Demokrat mencerminkan bahwa masih adanya kekecewaan dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pasti juga Demokrat masih belum hilang kecewanya karena Prabowo tak milih AHY jadi cawapres-nya. Pastilah Pak SBY dan kader Demokrat masih kecewa. Itu wajar saja,” kata Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto.

Selain itu, Tri menyebut, dalam hal ini, sebetulnya Partai Demokrat tidak mau disalahkan apabila dianggap tidak serius mengkampayekan pasangan Prabowo-Sandi.

“Makanya ketika dikritik tak serius ya lalu balik mengkritik. Kalau Sandi tak ngajak AHY jalan kampanye,” tutur Tri.

Disisi lain, Tri menyinggung soal sikap internal dari Partai Demokrat yang membebaskan beberapa kadernya untuk menentukan jagoannya di pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Mengingat, kata Tri Prabowo-Sandi identik dengan Partai Gerindra.

“Pasti juga punya perhitungan sendiri. Demokrat bebaskan kadernya di dalam pilpres juga punya pertimbangan sendiri.Kan memang sulit Demokrat dapat berkah politik dari Prabowo-Sandi yang dua-duanya Gerindra. Itu kan fakta,” papar Tri.

Sebelumnya, Partai Demokrat mempertanyakan keseriusan Sandiaga Uno dalam upaya bersama memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satunya dengan menagih janji Sandiaga untuk mengajak AHY berkampanye bersama.

Janji itu sempat diucapkan Sandiaga saat berada di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 12 September 2018 silam.

“Setelah berjanji banyak hal, Sandiaga Uno meminta kesediaan Mas AHY untuk ikut bersafari dengan Sandiaga Uno. Mas AHY menyanggupi tetapi tidak ditentukan waktunya kapan,” ujar Wasekjen Partai Demokrat Putu Supadma Rudana dalam keterangannya, kemarin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.