oleh

Disiplin protokol kesehatan tetap harus dilakukan bersama vaksinasi

Indonesiabangsaku, Jakarta – Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia masih efektif melawan varian baru dari virus corona.

Diketahui, saat ini terdapat varian baru Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Diantaranya, varian Delta atau varian B.1.617.2 dan Alpha atau varian B.1.1.7.

“Masih sangat efektif dan WHO masih merekomendasikan untuk percepat vaksinasi,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Senin (21/6).

Adapun selain ketersediaan vaksin yang terus dipercepat kedatangannya, pemerintah juga memperbanyak sentra vaksinasi untuk mempercepat laju penyuntikan vaksin. Selain itu, kerjasama dengan swasta, BUMN serta organisasi masyarakat juga menjadi strategi mempercepat vaksinasi.

“Bekerjasama dengan swasta, BUMN serta organisasi masyarakat untuk membuka pos vaksinasi termasuk seperti pelaksanaan vaksinasi di mall atau pusat perbelanjaan,” imbuhnya.

Agar pelaksanaan vaksinasi semakin efektif, Nadia juga menekankan masyarakat yang sudah divaksin untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Terlebih vaksin saja dinilai tidak cukup untuk mencegah penularan Covid-19, melainkan harus dipadukan dengan protokol kesehatan yang disiplin.

Protokol kesehatan masih diperlukan lantaran saat ini belum semua masyarakat mendapatkan vaksinasi Covid-19. “Vaksin tidak cukup di masa pandemi harus tetap prokes dan masih banyak orang yang tidak vaksin,” imbuhnya.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin serta meningkatkan partisipasi masyarakat agar mau divaksin, pemerintah kini terus melakukan edukasi kepada publik.

“Kami tetap edukasi bahwa vaksin memberikan perlindungan terhadap gejala berat sampai dengan 95% dan dari Kematian sampai dengan 98%,” tutur Nadia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, mulai awal bulan depan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ditargetkan dapat mencapai 1 juta dosis per hari.

“Bapak Presiden meminta agar kalau bisa awal bulan depan sudah dicapai satu juta. Dan tolong dipastikan digerakkan semua komponen baik itu komponen melalui vaksinasi pemerintah daerah maupun juga komponen vaksinasi melalui TNI dan Polri,” kata Budi dalam Keterangan Pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (21/6).

Lebih lanjut, pihaknya terus bekerjasama dan berkomunikasi dengan pihak TNI/Polri untuk target 1 juta vaksinasi per hari di bulan depan.

Berdasarkan data yang dikutip dari website resmi Kementerian Kesehatan per 21 Juni 2021 pukul 12.00 WIB, laju vaksinasi secara nasional yaitu total vaksinasi dosis pertama ialah 57,18% atau 23,07 juta penerima dan dosis kedua 30,34% atau 12,24 juta penerima. 

Total target sasaran vaksinasi dari tenaga kesehatan, lansia dan petugas publik sebanyak 40,34 juta penerima.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *