oleh

Diskusi HMJ Ilmu Al Quran : “Ulama, Kemaslahan Umat dan KemajuanBangsa”

-politik-215 Dilihat

Indonesiabangsaku, Jakarta Ulama begitu penting. Dalam arena pertarungan politik di negeri ini terlebih pasangan pilpres sama-sama mengangkat ulama sebagai pendukung. Bahkan Jokowi merasa perlu “meminang” ulama sebagai cawapresnya.

Demikian poin di antara perbincangan dalam diskusi ilmiah bertajuk “Ulama, Kemaslahatan Umat dan Kemajuan Bangsa,” di Aula Rektorat UIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang, pada Kamis (27/9) yang di gagas oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al Quran dan Tafsir bekerjasama dengan seluruh jurusan Fakultas Ushuluddin.

Dua pembicara hadir dalam diskusi itu di antaranya Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Serang Muhammad Afif MA dan Wakil Dekan Akademik dan Kelembagaan Dr. Muhammad HudaeriM.Ag.

Muhammad Afif, menjelaskan jika ulama dan umara adalah pasangan pemuka masyarakat yang utama. Apabila ada kerjasama antara ulama-umaro  yang saling mendukung dalam pemerintahan, negara diyakini semakin maju.”Karena kekuatan Indonesia ada pada mayoritas, yaitu umat Islam,” katanya.

Siapa pun dia, ulama atau bukansah-sah saja memasuki dunia politik. Terpenting tidak melenceng dari peneguha npersatuan dan kesatuan NKRI sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan ideologi pancasila sebagai modal pemersatu bangsa.

“Siapapun bisa asal sesuai dengan UU.Yang penting itu, ukurannya cita-cita bangsa. Ini parameternya. Apakah pasangan pilpres ini sesuai cita-cita bangsa yang kita lihat dalam UUD 45,” katanya.

Tapi sekarang, ulama menjadi rebutan politik dan akhirnya digunakan orang-orang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah masyarakat dewasa ini.”Dengan adanya ulama sebagai cawapres, bisa mendidik pemerintah dan umat Islam bisa bersikap jujur dan adil. Demikian yang diharapkan. Karena itu tugasnya ulama,” ujarnya.

Melihat kondisi saat ini makan diperlukan ulama yang negarawan. Memahami hakikat bernegara sesuai dengan ajaran agama Islam untuk meminta keutuhan Indonesia yang begitu majemuk dengan ideologi Pancasila. Dengan ulama berwawasan negarawan, maka keadilan dapat diletakan sebagai dasar kebersamaan.

“Yang punya masa itu ulama, ulama bersatu maka masyarakat bangsa Indonesia ini akan bersatu. Begitu sebaliknya. Maka diperlukan ulama yang negarawan. Selama politisi lebih banyak dari pada negarawan, Indonesia tidak akan maju,” pungkasnya.

Sementara M Hudaeri menambahkan bahwa menjadi pemimpin, dalam konstitusi boleh-boleh saja, ulama atau bukan. Duet antara kelompok Islamis-nasionalis, nasionalis-Islamis. Kedua kelompok ini sulit dipisahkan. ”Jika berdiri sendiri, saya kira masyarakat kita sulit untuk memilih,” katanya.

Indonesia tidak bisa menjadi negara sekuler, begitu juga negara agama. Pilihannya selalu mengambil jalan tengah, yaitu Pancasila. “Mengajak ulama, karena politisi paham betul bahwa yang punya suara di akar masyarakat adalah ulama itu. Dan agama tumbuh di masyarakat yang di pimpinulama,” tandasnya.

Doronga nulama masuk gelanggang politik harus didukung masyarakat selagi memiliki integritas, profesionalitas dan wacana kebangsaan yang luas. Masyarakat pasti akan mendukung penuh untuk memajukan dan kesejahteraan masyarakat. “Ulama mempunyai akar masyarakat yang besar. Jika ulama maju sebagai calon pejabat politik, silahkan saja. Kalau punya kemampuan, kenapa tidak?,” Tambahnya.

Salah seorang mahasiswa, Wafa menyampaikan pertanyaan terkait adanya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin yang maju sebagai capres-cawapres pemilu 2019. Disampaikan Hudaeri bahwa keduanya memberikan harapan cerah bagi bangsa Indonesia khusunya Santri serta pokok ekonomi Islam.

“Masuknya Kiai Ma’ruf Amin, memberi harapan besar kepada kalangan santri. Dan akan menurut sayaakanmengusungduakebijakan. Pertama, mengangkat pendidikan tradisional atau pesantren agar lebih dirawat lagi.Kedua, masalah ekonomi umat Islam sebagai umun,” pungkasnya.

Usai acara diskusi, mahasiswa UIN Banten yang yang diwakili Ketua Umum HMJ Ilmu Al Quran danTafsir, Ade Ryad N turut mendoakan tokoh ulama terpilih menjadi pimpinan untuk bersatu membangun Indonesia  maju. Ia juga menyerukan agar menolak hoak yang dapat memecah belah bangsa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.