Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Melalui KTT G20

G2022 Dilihat

Indonesia mendapat sebuah kehormatan dengan diberikan kepercayaan dan tanggung jawab melalui Presidensi KTT G20 yang akan berlangsung hingga November 2022. KTT G20 merupakan sebuah forum internasional yang mewadahi 19 negara dan satu kawasan Uni Eropa, yang tujuan awalnya adalah untuk menitikberatkan upaya reformasi sistem keuangan global. Namun seiring berjalannya waktu, forum ini menjadi berfokus pada koordinasi kebijakan dalam bidang ekonomi dan pembangunan.

Pertemuan G20 di bawah Presidensi Indonesia tahun 2022 merupakan momen krusial dalam menjawab tantangan ekonomi global yang semakin meningkat. Pada pertemuan G20 kali ini, Presidensi Indonesia dihadapkan oleh banyaknya tantangan dan kesulitan. Mulai dari pandemi COVID-19, konflik antara Rusia dengan Ukraina, inflasi ekonomi yang semakin tinggi, hingga ketidakseimbangan supply dan demand dalam prospek ekonomi global.

Meski terdapat banyak tantangan, Indonesia tetap berupaya menggelar serangkaian side event atau kegiatan pendukung untuk menunjang keberlangsungan agenda G20. Agenda side event tersebut yakni (1) Konferensi Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) 2022 yang mengusung tema Unlocking Social Investment Opportunities in Indonesia and Beyond Proposed Engagement for 2022: “The Asian Decade”; lalu (2) International Wellness Tourism Conference Festival (IWTCF) dengan tema A Sustainability Strategy for the World Tourism Recovery and Growth through Wellness Tourism for All; dan (3) World Conference on Creative Economy (WCCE) yang bertemakan Inclusively Creative; A Global Recovery.

Ketiga side event tersebut memiliki fokus pembahasan pada sektor ekonomi dan pariwisata serta sejalan dengan tema G20 yang diusung Presidensi Indonesia yakni “Recover Together, Recover Stronger”. Adapun penyelenggaraan berbagai side event tersebut bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara sektor swasta dan publik dalam rangka pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain itu, pelaksanaan side event ini dilakukan sebagai langkah awal dalam menampilkan citra positif dan mempromosikan keberagaman budaya juga pariwisata di Indonesia.

Berbagai kegiatan yang berlangsung dalam satu tahun agenda G20 ini sudah menampilkan kemajuan dalam ekonomi dan pembangunan Indonesia. Potensi-potensi ekonomi dan pembangunan ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan investor asing untuk menanam saham yang kemudian berpeluang pada meningkatnya sektor transportasi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dampak positif lainnya dari Presidensi Indonesia pada KTT G20 tahun 2022 adalah meningkatnya devisa negara. Kehadiran lebih dari 20 ribu delegasi internasional dalam gelaran KTT G20 dapat berkontribusi langsung dalam peningkatan devisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *