oleh

Ekonomi Indonesia Mulai Tumbuh di Kuartal IV 2021

Analis Taiwan-Indonesia Trade Association, Tulus J. Maha, mengatakan bahwa penurunan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada RAPBN 2022 merupakan bentuk keyakinan pemerintah bahwa perekonomian telah mulai pulih sejak kuartal IV 2021. Dengan demikian, pemerintah bisa memfokuskan anggaran pada sektor-sektor yang dapat menjadi multiplier pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut dikatan beliau dalam FGD yang diadakan oleh IMASOSDEM UI terkait skenario kondisi ekonomi Indonesia ditahun 2022.
“Penurunan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada RAPBN 2022 merupakan bentuk keyakinan pemerintah bahwa perekonomian telah mulai pulih sejak kuartal IV 2021. Dengan demikian, pemerintah bisa memfokuskan anggaran pada sektor-sektor yang dapat menjadi multiplier pertumbuhan ekonomi”, ujar Tulus.

Seperti diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah tetap optimis pertumbuhan ekonomi sampai akhir 2021 akan tetap positif berkisar 3,7 persen sampai 4,5 persen year on year.

“Pada kuartal II-2021, pertumbuhan ekonomi telah pulih tumbuh positif 7,07 persen. Secara keseluruhan, proyeksi kami masih positif di kisaran 3,7 sampai 4,5 persen year on year,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan pemerintah tidak membuat satu kebijakan yang diterapkan merata kepada seluruh daerah di Indonesia karena kapasitas dan budaya setiap daerah yang berbeda satu sama lain. Di samping itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk menjaga daya beli warga yang terdampak kebijakan untuk mengendalikan penularan Covid-19.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *