oleh

Fakta Menarik Pencak Silat di Asian Games 2018

-Olahraga-63 Dilihat

Indonesiabangsaku, Jakarta Tim Pencak Silat Indonesia mengukir sejarah dengan menyapu bersih 14 medali emas di Asian Games 2018. Selain itu, pencak silat juga menjadi cabang olahraga penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia di Asian Games 2018.  Sebelum masuknya seni bela diri asli Indonesia ini sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games, Indonesia berharap banyak pada bulutangkis yang rutin menyumbangkan medali bagi Indonesia. Namun pada Asian Games 2018 yang dilangsungkan di Jakarta dan Palembang, pencak silat menjadi lumbung emas bagi tuan rumah.

1. Pertama Kali Dipertandingkan di Asian Games 2018

Seni bela diri Pencak Silat telah lama diakui sebagai cabang olahraga, tepatnya pada tahun 1948. Namun, untuk bisa diakui sebagai cabor yang dipertandingkan secara internasional, baru di Asian Games 2018 inilah Pencak Silat berpartisipasi. Masuknya Pencak Silat sebagai salah satu cabor di Asian Games tak terlepas dari peran Indonesia sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Indonesia berhak memasukkan tiga cabor di Asian Games. Pencak Silat pun dipilih lantaran berpotensi besar menyumbang medali emas bagi Indonesia.

2. Diikuti 16 Negara

Peserta Pencak silat di Asian Games 2018 sendiri diikuti oleh 16 negara meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam, Uzbekistan, Pakistan, India, Kirgiztan, Nepal, Jepang, Laos, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Iran.

3. 16 Kelas Pertandingan

Ada sebanyak 16 kelas yang dipertandingkan untuk pencak silat di Asian Games 2018, yang terdiri dari 10 kelas putra dan 6 kelas putri. Kelas putra terdiri dari: tunggal, ganda, beregu, Kelas B (50-55kg), C (55-60kg), D (60-65kg), E (65-70kg), F (70-75kg), I (85-90kg), dan J (90-95kg). Sementara, kelas putri terdiri dari: tunggal, ganda, beregu, Kelas B (50-55kg), C (55-60kg), dan D (60-65kg).

4. Penyumbang Medali Emas Terbanyak untuk Indonesia

Indonesia berhasil menyapu bersih 14 medali emas yang dipertandingkan di cabor Pencak Silat. Angka ini menjadi rekor cabor penyumbang medali emas terbanyak Indonesia di ajang multi-event olahraga.  Adapun perolehan medali emas dari pencak silat dipersembahkan oleh Puspa Arum Sari, Yola Primadona/Hendy, Nunu Nugraha/Anggi Faisal/Asep Yuldan, Aji Bangkit Pamungkas, Komang Harik Adi Putra. Selanjutnya juga ada Iqbal Candra Pratama, Sarah Tria Monita, Abdul Malik, Sugianto, Ni Made Dwiyanti/Ayu Sidan Wilantari, Pramudita/Lutfi/Gina Tri, Pipiet Kamelia, Hanifan Yudani Kusumah, serta Wewey Wita. Namun, terlalu dominannya Indonesia di cabang ini berpotensi mengancam keikutsertaan Pencak Silat di ajang olimpiade maupun Asian Games berikutnya.

5. Bahasa Indonesia adalah Bahasa Resmi Cabor Pencak Silat

Ada 16 negara dan 167 atlet yang terlibat dalam cabang golahraga Pencak Silat di Asian Games 2018.  Ternyata, negara apapun yang ikut serta dalam cabor Pencak Silat ini harus menggunakan istilah berbahasa Indonesia, seperti ‘pukul’, ‘tendang’, ‘banting’, ‘gunting’.

Jadi, Bahasa Indonesia yang digunakan di Pencak Silat tidak bisa diterjemahkan layaknya seni bela diri Karate yang juga menggunakan istilah bahasa Jepang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.