oleh

Ganjar Dorong PT Terjunkan Mahasiswa Jadi Relawan Nakes

Indonesiabangsaku, Jakarta – Ganjar Pranowo, mendorong perguruan tinggi (PT) melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menerjunkan mahasiswa jurusan kesehatan semester akhir untuk membantu penanganan covid-19.

Hal ini, karena nakes sudah kewalahan dalam menangani kasus Covid-19 yang melonjak. Belum lagi Jateng menjadi provinsi yang memiliki zona risiko tinggi atau zona merah Covid-19 terbanyak dengan 22 kabupaten/kota. 

“Nakes yang diperbantukan ke RS yang nakesnya terpapar Covid-19 sudah lebih sistematis, makanya IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI), dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) semua sudah membantu tapi tetap kurang katanya, makanya kemarin rapat dengan Menko, kami usulkan kerjasama dengan PT untuk menerjunkan mahasiswa kesehatan semester akhir,” jelas Ganjar Pranowo saat meninjau Rumah Sakit Lapangan Rumkitlap di Solo.

Ganjar juga meminta dokter internship juga bisa diterjunkan menangani pasien non Covid-19. Sementara nakes senior yang sebelumnya tidak menangani pasien Covid-19 bisa geser untuk menangani pasien korona. “Mereka kan lebih senior, bisa diperbantukan menangani pasien Covid-19,” tandasnya.

BACA JUGA : Seratus Mahasiswa Kesehatan Unsika Siap Jadi Relawan Covid-19

Sementara itu mengantisipasi krisis ruang perawatan, Ganjar memerintahkan seluruh kabupaten/kota zona merah menambah tempat tidur sebanyak 40% dari total kapasitas RS. Selain itu  daerah wajib membuat rumah sakit darurat. 

Solo menjadi salah satu daerah yang sudah membikin rumkitlap, bersama Semarang, Kendal, dan Banyumas. Daerah lain yang diminta mengambil langkah serupa adalah Kudus, Jepara, dan Grobogan. Sementara itu untuk kebutuhan nakes perlu didukung sumber daya manusia (SDM) dari PT. “Makanya, kami minta bantuan PT untuk menyuplai SDM,” tandasnya. 

Sedangkan standar operasional prosedur pasien Covid-19 baru, warga yang tak bergejala untuk mendapatkan edukasi isolasi mandiri di rumah. Jika dalam satu keluarga hanya satu orang yang sakit, dia wajib dibawa ke lokasi isolasi terpusat.

“Kalau seluruh keluarga sakit, mereka isolasi bersama di rumah dengan dipantau Satgas Jaga Tangga tingkat RT.”

Di sisi lain Rumah Sakit Umum Daerah dr. Moewardi RSDM Solo masih terus kebanjiran pasien yang datang tanpa rujukan. RSDM tidak bisa menolak kendati ruang isolasi penuh, sehingga sejumlah tenda didirikan untuk menampung sementara. 

“Jumlah pasien yang dirawat mencapai 360an, dengan kondisi ringan, sedang, dan berat. Kami ndak boleh menolak pasien apapun kondisinya,” kata direktur RSDM dr Cahyono Hadi. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *