oleh

Implementasi Transisi Energi Mampu Dorong Ekonomi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, mengatakan implementasi transisi energi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan mampu mendorong geliat perekonomian di masyarakat. Indonesia diberkahi banyak sumber energi, baik minyak maupun batu bara, yang disuplai ke negara sahabat.

“Kita sadar, kita butuh energi bersih di masa mendatang untuk kehidupan yang lebih baik. Makanya, energi baru terbarukan menjadi sangat penting bagi negara kami. Aktivitas dari program yang kita jalankan akan menciptakan aktivitas perekonomian di Indonesia,” jelas Arifin dalam keterangan di Jakarta, Senin (5/4).

Pernyataan itu disampaikan Arifin saat menghadiri forum The 8th Berlin Energy Transitions Dialogue (BETD) di Jerman, pada 31 Maret 2022.

Dalam forum itu, Menteri Arifin memaparkan beberapa aksi nyata yang dilakukan Indonesia untuk mewujudkan target netralitas karbon pada 2060, di antaranya optimalisasi penggunaan energi surya, pemakaian kendaraan listrik, program konversi motor BBM ke listrik hingga memberhentikan pengoperasian pembangkit batu bara secara bertahap.

Target Bauran Energi

Menurut Arifin, salah satu strategi yang diterapkan Indonesia adalah target capaian bauran energi sebesar 25 persen pada 2025. Sekarang sudah mencapai 11,7 persen persen.

Indonesia kini memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 72 gigawatt, di mana sebanyak 38 gigawatt berbasis batu bara. Untuk itu, pemerintah terus menunjukkan keseriusannya melakukan pengurangan sebesar 5,5 gigawatt dalam kurun waktu lima tahun dari penggunaan pembangkit listrik berbasis batu bara dan disubstitusikan dengan energi terbarukan.

Pemanfaatan batu bara menjadi tantangan terbesar dalam proses transisi energi di Indonesia. Keterlibatan Indonesia dalam COP-26 di 2021 dan pemilihan isu utama dalam Presidensi G20 menjadi bukti komitmen kuat pemerintah dalam mengeksekusi tantangan tersebut.

Indonesia sebagai salah satu negara eksportir batu bara terbesar di dunia telah menandatangani Clean Power Transitions Statement untuk berkomitmen dalam pengurangan batu bara atau phase down unabated coal.

“Penting adanya common goals dari setiap negara dalam proses memensiunkan batu bara, tentu terdapat beberapa tantangan terutama dari sisi pekerja dalam sektor tersebut yang cukup besar sehingga perlu dipersiapkan program bagaimana para pekerja dapat survive setelah sektor energi tersebut berkurang. Bagaimanapun transisi energi perlu ditinjau dari aspek sosial,” kata Arifin.

Forum BETD merupakan konferensi tahunan yang prestisius dengan mempertemukan pejabat tingkat tinggi dari berbagai negara, akademisi, pelaku industri, investor, dan organisasi internasional di sektor energi. Konferensi internasional transisi energi global itu diselenggarakan Federal Foreign Office dan Federal Ministry for Economic Affairs and Climate Change sejak 2015.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.