oleh

Ternyata….. HTI yang Plin Plan

Saya harus katakan bahwa Hizbut Tahrir Indonesia alias HTI itu memang plin-plan. Bagaimana tidak, mereka khan menolak demokrasi, tapi ternyata menggunakan demokrasi untuk menghancurkan demokrasi. Kemudian, setelah terbitnya Perppu pembubaran ormas anti-Pancasila, mereka menggugat ke Mahkamat Konsitusi, padahal khan MK itu produk demokrasi, apa mereka tidak plin-plan? Harusnya mereka tak perlu menggugat kemana pun, kalau mereka masih yakin bahwa khilafah adalah janji Allah dan Rosulullah yang pasti akan datang. Yang menurut saya itu bukan janji Allah dan Rosulullah, tapi cita-cita politik Taqiyuddin an-Nabhani yang dicarikan penguatan dalil berupa hadits yang statusnya dhaif.
 
Jelas, seharusnya keluarnya Perppu itu tak perlu digugat, apa iya khilafah Islamiyah itu tidak akan terwujud dengan dikeluarkannya Perppu oleh Presiden Jokowi? Kecuali jika mereka sudah tidak yakin bahwa khilafah Islamiyah adalah janji Allah dan Rosulullah, tapi semata-mata cita-cita politik. otomatis, dengan pengajuan gugatan Perppu ke MK menunjukkan bahwa HTI belum yakin 100 persen kalau khilafah Islamiyah adalah janji Allah dan Rosul-Nya.
Apakah iya, janji Allah dan Rosulnya tidak akan menjadi kenyataan hanya karena lahirnya Perppu? Masa, janji Allah dan Rosulullah kalah dengan Perppu produksi Jokowi? Seharusnya, kalau mereka yakin ya sudah, tak perlu dipersoalkan dengan “serius” masalah dikeluarkannya Perppu. Apalagi itu produk-produk yang jelas dikeluarkan oleh manusia. Jadi, seharusnya tidak bisa melawan janji Allah jika mereka mau konsisten dengan pemahaman itu. Jelas kini HTI sudah plin-plan dan menggandakan standar pemikirannya yang biasa selalu didengung-dengungkan.
Sayangnya, pengikut HTI masih terlalu percaya bahwa khilafah Islamiyah adalah sebuah produk ciptaan manusia, bukan janji Allah dan Rosul-Nya. Bahkan, kepercayaan itu sampai menutup seluruh mata hati dan logika, baik ketika mengkaji ilmu hadits yang dijadikan dasarnya sekali pun. Itu yang namanya taqlid buta. Bahkan ketika sudah ditunjukkan dengan seperangkat ilmu yang ada mereka masih menolak. Apa mereka lupa? Taqiyuddin an-Nabhani yang merupakan pendiri Hizbut Tahrir adalah manusia? dan itu adalah cita-cita Taqiyuddin an-Nabhani yang merupakan seorang politisi. Artinya, pengikutnya pun jadi plin-plan ketika ngomong khilafah adalah janji Allah dan Rosul-Nya tapi kemudian menafikan pendapat-pendapat lain yang lebih kuat yang menolaknya.
 
Semoga saja, ketika lowongan CPNS 2018 yang akan segera dibuka ini tidak menjadikan orang-orang yang anti-Pancasila juga ikut mendaftar, karena itu akan menambah keplin-planannya. Lha wong ini negara bukan Islam, sistemnya kafir kok mau masuk ke dalamnya, bahkan ngambil gaji dari negara. Hehe…. apa tidak haram nanti duitnya. Jadi, kalau yang anti-Pancasila, menolak demokrasi, yang yakin bahwa pemerintahan ini adalah menggunakan sistem kafir, please kalau ada lowongan CPNS jangan terburu-buru untuk ikutan, karena itu akan menambah koleksi keplin-plinannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *