oleh

Elektabilitas Jokowi Masih Unggul di Pulau Jawa

Jakarta, indonesiabangsaku

Lembaga Riset Charta Politika menyatakan Joko Widodo unggul dalam survei keterpilihan pemilihan presiden di empat provinsi di Pulau Jawa. Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan hasil sigi di Pulau Jawa ini bisa menjadi gambaran hasil pemungutan suara nasional. Menurut dia, Joko Widodo mampu mencuri suara di Jawa Barat yang selama ini menjadi basis pendukung Prabowo Subianto. “Nama yang keluar masih dua: Joko Widodo dan Prabowo Subianto,” kata Yunarto, kemarin. “Jika Pilpres dilakukan hari ini, Jokowi hanya kalah di Banten.”

Survei dilakukan pada 23-29 Mei lalu dengan metode wawancara random sampling di masing-masing daerah. Charta Politika menggunakan 800 orang sebagai responden di Banten, sedangkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 1.200 orang. Selain itu, margin of error di Banten sebesar 3,46 persen dan wilayah lain 2,83 persen. Tingkat kepercayaan terhadap hasil sigi ini 95 persen.

Dalam siginya, Yunarto mengatakan tingkat keterpilihan Jokowi sebesar 36,9 persen dan Prabowo 44,1 persen di Banten. Di Jawa Timur, Jokowi unggul dengan 53,4 persen dan Prabowo 33,6 persen. Di Jawa Tengah, Jokowi memimpin jauh dengan 67,3 persen dan Prabowo 11,2 persen. Sedangkan di Jawa Barat, secara mengejutkan Jokowi mengungguli Prabowo dengan 46,1 persen melawan 40,5 persen. “Survei tidak bisa menjawab detail kenapa Jokowi unggul di Jawa Barat. Namun persepsi terhadap kebijakan dan kepuasan publik serta tingkat kepuasan publik di Jawa Barat cukup tinggi, yaitu 71,2 persen,” kata Yunarto.

Sekretaris Partai NasDem Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan Prabowo masih sulit mengalahkan Jokowi dalam pilpres 2019. Dia menilai hampir semua provinsi secara nasional sudah memastikan dukungan untuk periode kedua Jokowi. Dia mengklaim, di sejumlah wilayah, seperti Banten dan Sumatera Barat, memang jumlah dukungan terhadap Jokowi minim karena terpapar isu identitas. “Sebenarnya kami tak khawatir. Karena secara fakta, Jokowi bisa menunjukkan dekat dengan kelompok Islam,” kata Syarief.

Baca Juga : Isi Sambutan Presiden RI Dalam Rangka PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA

Hal inilah yang kemudian menurut Syarief menjadi dasar bagi partainya untuk mempertimbangkan sosok agamawan atau tokoh Islam sebagai calon wakil presiden Jokowi. “Kami sedang cari tokoh Islam yang menyejukkan,” kata dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai hasil survei Charta Politika tak bisa dipercaya. Menurut dia, survei Charta Politika sudah terbukti salah telak saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Dia juga mengatakan pemimpin Charta Politika beberapa kali menjalin komunikasi dan datang ke Istana. “Hasilnya lebih mirip pesanan. Maka saya ingin bertanya, dananya dari mana?” kata Arief. “Bikin survei di Jakarta saja salah, apalagi di daerah.”

Menurut Arief, hasil sigi Charta Politika tentang kekalahan Prabowo di Jawa Barat tak masuk akal. Dia mengklaim partai pengusung Prabowo memiliki basis dukungan yang kuat, solid, dan loyal di Jawa Barat. Bahkan, menurut dia, semua daerah di Pulau Jawa telah mendukung Prabowo. “Hanya di Jawa Tengah saja yang kalah. Itu pun sangat tipis,” kata dia. REZKI ALVIONITASARI | FRANSISCO ROSARIANS

Dua Calon Kuat

Charta Politika memprediksi Pemilihan Umum Presiden 2019 hanya akan mengusung dua pasangan calon kuat, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sejumlah nama lain yang kerap muncul hanya memperebutkan posisi sebagai pendamping atau wakil presiden. Khusus di Pulau Jawa, Joko Widodo diprediksi lebih unggul dari pesaing lawasnya, Prabowo.
Waktu : 23-29 Mei 2018
Responden :
Banten : 800 orang
Jawa Barat : 1.200 orang
Jawa Tengah : 1.200 orang
Jawa Timur : 1.200 orang
Hasil :

Banten 
Joko Widodo : 26,9 persen
Prabowo Subianto : 28,5 persen
Gatot Nurmantyo : 1,9 persen
Agus Harimurti Yudhoyono : 0,9 persen
Anies Baswedan : 0,8 persen
Hary Tanoesoedibjo : 0,5 persen
Tokoh Lain : 2,1 persen
Tak jawaban atau tak tahu : 38,5 persen

Jawa Barat
Joko Widodo : 38,8 persen
Prabowo Subianto : 30,2 persen
Gatot Nurmantyo : 2 persen
Anies Baswedan : 1,1 persen
Hary Tanoesoedibjo : 0,8 persen
Agus Harimurti Yudhoyono : 0,6 persen
Ridwan Kamil : 0,3 persen

Jawa Tengah
Joko Widodo : 53,1 persen
Prabowo Subianto : 7,7 persen
Gatot Nurmantyo : 0,9 persen
Agus Harimurti Yudhoyono : 0,5 persen
Muhaimin Iskandar : 0,3 persen
Mahfud Md. : 0,3 persen
Hary Tanoesoedibjo : 0,3 persen
Anies Baswedan : 0,3 persen
Romahurmuziy : 0,1 persen

Jawa Timur
Joko Widodo : 47,7 persen
Prabowo Subianto : 24,5 persen
Agus Harimurti Yudhoyono : 1,2 persen
Gatot Nurmantyo : 0,8 persen
Anies Baswedan : 0,7 persen
Susi Pudjiastuti : 0,3 persen
Khofifah Indar Parawansa : 0,3 persen
Mahfud Md. : 0,1 persen

FRANSISCO ROSARIANS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *