oleh

Kisah Tukang Becak Yang Diizinkan Masuk Ke Istana Negara

IndonesiaBangsaku.com, Ajum Jumhadi (59 tahun) ikut mengantre di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/6/2018). Ia bersama 15 orang temannya membaur di barisan pejabat negara dan masyarakat yang hendak berhalal bihalal dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penampilan Jumhadi jauh dari kesan formal. Penarik becak yang biasa mangkal di kawasan Paledang, Bogor, ini hanya mengenakan pakaian kerjanya. Berkemeja putih, bercelana panjang, berpeci hitam, bersendal jepit.

Sejumlah temannya sesama penarik becak juga demikian. Ada yang berkaus oblong, bercelana pendek, bahkan memakai caping. Mereka juga bersendal jepit.

Menghadiri acara halal bihalal atau open house Hari Raya Idul Fitri yang digelar Presiden Jokowi merupakan pengalaman istimewa bagi Jumhadi dan kawan-kawannya. “Saya baru pertama kali ini mau ketemu Presiden,” ujar Jumhadi.

Jumhadi dan kawan-kawan seprofesinya mengaku mendapat kabar dari pasukan pengamanan presiden (Paspampres) yang memperbolehkan masyarakat masuk ke Istana Kepresidenan Bogor untuk mengikuti acara open house.

“Kaget juga kita, ternyata boleh masuk,” kata seorang tukag becak bernama Suwito.

Setelah mengantre, tiba giliran Jumhadi dan kawan-kawan untuk bersalaman dengan Presiden Jokowi. Momen itu diabadikan oleh pihak Istana Kepresidenan. Nantinya tiap masyarakat yang hadir akan mendapatkan souvenir berupa foto yang dicetak di atas kertas ukuran kartu pos.

Usai bersalaman dan berfoto, masyarakat dijamu dengan hidangan di halaman belakang Istana Bogor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *