oleh

Perry ; Kami Tegaskan Indonesia telah Melakukan Langkah Untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2% dari sebelumnya 1,75%.

Menanggapi kebijakan itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan bank sentral sudah melakukan langkah pre-emptive, front loading dan head the curve untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Perry menyebut BI telah melakukan langkah tersebut dengan menaikkan suku bunga acuan pada Mei lalu sebanyak 50 basis poin menjadi 4,75%.”Kami tegaskan, Bank Indonesia siap melakukan langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi kita, Khususnya stabilitas rupiah,” kata Perry usai open house di rumah dinasnya, Jalan Patiunus, Jakarta Selatan, Jumat (15/6/2018).

BI juga memperhatikan kebijakan bank sentral negara lain seperti European Central Bank (ECB) yang menahan bunga acuan hingga tahun depan.

Menurut dia ini akan jadi perhatian dan pembahasan BI di rapat dewan gubernur pada 27-28 Juni mendatang.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan, keputusan The Fed untuk menaikkan bunga acuan telah diprediksi oleh pasar. Sehingga hal tersebut tak akan mengganggu pasar keuangan dan kurs rupiah dipastikan stabil.

“Sudah sesuai ekspektasi. Pasar bergerak dengan ekspektasi The Fed, jadi begitu naik ya aman-aman saja,” kata Mirza.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *