oleh

Kementrian Sosial Kirim Bantuan Untuk Korban kelaparan

Kementerian Sosial RI mengirimkan bantuan logistik untuk warga di Dusun Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah yang mengalami krisis pangan.

Krisis pengan di wilayah itu telah menyebabkan tiga warga tewas kelaparan.

“Bantuan sudah dihimpun tim Dinas Sosial Kabupaten Maluku Tengah dan Dinas Sosial Provinsi Maluku. Insyaallah bantuan mulai disalurkan Rabu (25/7) oleh tim kami,” kata Menteri Sosial Idrus Marham di Jakarta, Selasa (24/7) dalam katerangan tertulisnya.

Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Ed Latukarlutu mengatakan kematian tiga warga Dusun Maneo itu sudah disampaikan kepada pemerintah daerah dan penyaluran bantuan sedang dikoordinasikan.

Di sisi lain Idrus mengungkapkan bantuan yang disalurkan Kemensos ke Dusun Maneo berupa 1 ton beras, 190 lembar matras, 225 lembar selimut, 35 paket anak-anak, 60 paket untuk lansia, dan 45 paket perlengkapan anak.

Kemensos juga menyalurkan lauk pauk sebanyak 90 paket, peralatan dan perlengkapan memasak (panci, wajan, piring, gelas), 45 unit tenda gulung, 45 lembar selimut woll.

“Bantuan awal ini semoga cukup untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 45 kepala keluarga/170 jiwa yang bermukim di Negeri Maneo Rendah,” tuturnya.

Langkah selanjutnya, kata Menteri Idrus, sebanyak 10 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Maluku diterjunkan untuk melakukan asesmen atau penelusuran terkait krisis pangan yang dialami warga.

Proses asesmen ini dilakukan bersama tim dari Dinas Sosial Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah, dan Pendamping Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Menteri Idrus mengatakan berdasarkan laporan tim Kemensos di lapangan, kejadian rawan pangan ini dikarenakan perkebunan warga diserang babi hutan dan tikus.

Kondisi tersebut menyebabkan mereka tidak memiliki cukup makanan yang biasanya tercukupi dari hasil kebun mereka. Idrus menuturkan tiga warga yang meninggal dunia terdiri dari seorang lanjut usia dan dua balita.

“Nanti kita lihat bagaimana hasil asesmennya. Kita akan pantau kondisinya seperti apa, kebutuhannya seperti apa, lalu kita akan berikan rekomendasi. Saya berharap kementerian dan lembaga terkait dapat bersinergi dalam mengatasi rawan pangan ini,” kata Idrus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *