oleh

Satelit Merah Putih Resmi Mengudara di Angkasa

Indonesiabangsaku, Jakarta Satelit Merah Putih telah diluncurkan ke orbit Bumi Selasa 7 Agustus 2018. Peluncuran satelit milik PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom itu membuat Telkomsel bisa lebih mudah mengerjakan beberapa hal. Salah satunya pemenuhan cakupan jangkauan layanan Telkomsel di Indonesia.

Suara menggelegar dan asap tebal mengiringi penerbangan Satelit Merah Putih menuju antariksa. Nantinya, satelit ini akan melayani wilayah telekomunikasi di Indonesia dan internasional.

Satelit Merah Putih memiliki kapasitas 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Indonesia dan Asia Tenggara.

Walaupun begitu, sebelum bisa menjalankan fungsinya, Satelit Merah Putih masih harus melewati perjalanan panjang. Penerbangan dari Bumi ini baru tahap pertama.

Dalam waktu sekitar setengah jam baru dapat diketahui apakah peluncuran satelit Merah Putih sukses atau sebaliknya. Satelit Merah Putih yang berbobot 5,8 ton, diterbangkan oleh roket Falcon 9 setinggi 70 meter dan beratnya 580 ton.

Roket tersebut terdiri dari tiga komponen, yaitu step 1, step 2, dan fairing. Ketiga komponen ini sudah utuh dalam satu kesatuan bersama satelitnya.

Dalam waktu sekitar 2 menit setelah lepas landas, roket bagian 1 dari Falcon 9 akan lepas dan penerbangan dilanjutkan roket kedua. Secara paralel dalam delapan menit, roket 1 itu akan kembali ke Bumi untuk digunakan dalam peluncuran satelit oleh klien SpaceX yang lain.

“Roket kedua itu akan terus sampai menuju ketinggian 500 kilometer, setelah itu satelit dilepas di situ,” ujar Hendra Gunawan, Koordinator Proyek Satelit Merah Putih.

Setelah satelit lepas, akan ada proses yang disebut sebagai orbit rising, yaitu tahapan satelit itu mencapai ketinggian geostastioner di 36 ribu kilometer di atas permukaan Bumi. Agar dapat sampai di ketinggian tersebut, terjadi beberapa kali penyalaan roket.

“Ini memakan waktu 11 hari dari peluncuran sampai satelit tiba di orbit 108 bujur timur. Diperkirakan (sampai) pada tanggal 18 Agustus,” ucap Hendra.

Slot orbit tersebut dalam keadaan kosong sehingga satelit Merah Putih langsung dapat menempatinya. Di situ, satelit Merah Putih akan menjalani berbagai macam uji coba selama lebih kurang 30 hari. Jika sudah selesai, diperkirakan satelit ini siap digunakan pada minggu ketiga September 2018.

Berikut sejumlah fakta menarik lain terkait satelit tersebut.

  • Biaya triliunan

Satelit Merah Putih memakan biaya US$ 166 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan peluncuran Telkom 3S yang memakan biaya US$ 215 juta atau sekitar Rp 3,11 triliun.

Untuk biaya peluncuran, penggunaan Falcon 9 milik SpaceX menelan biaya Rp723,7 miliar (US$ 50 juta). Harga ini lebih murah sekitar Rp140 miliar dari biaya peluncuran dengan roket konvensional.

  • Roket SpaceX

Satelit Merah Putih akan menunggangi Roket Falcon Block 5 besutan SpaceX. Telkom memercayakan roket SpaceX karena menawarkan biaya yang efisen dan tingkat pelncuran roket yang tinggi.

  • Gantikan satelit Telkom 1

Satelit Merah Putih akan menggantikan Satelit Telkom 1 yang sudah berusia 18 tahun. Padahal satelit ini hanya memilikki durasi misi selama 15 tahun. Satelit Telkom 1 diluncurkan pada 4 Agustus 1999.

  • Hasil sayembara

Nama satelit merah putih sendiri merupakan hasil sayembara dari PT Telkom kepada para karyawannya saat berencana untuk meluncurkan satelit. Awalnya satelit ini dinamalan satelit Telkom 4.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *