oleh

Prestasi Gemilang Anthony Ginting Sebelum Cedera di Asian Games 2018

Indonesiabangsaku, Jakarta Pertandingan final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018, Rabu (22/8/2018) di Istora Senayan, Jakarta, menyisakan kisah dramatis.

Nama Anthony Ginting merupakan daftar pertama penantang China dalam babak tunggal putra. Setelah pertandingan sengit melawan Shi Yuqi, Ginting dipaksa menyerah pada set ke-3 karena cedera paha yang dideranya.
Langkah Ginting dan regunya terhenti malam itu dengan raihan perak. Langkah Ginting untuk sampai dititik ini tidaklah mudah. Menelisik tahun sebelumnya, inilah 5 fakta jejak langkah pebulu tangkis kelahiran Cimahi yang saat ini berusia 21 tahun.
1. Berada di peringkat 13 Dunia
Saat ini Ginting adalah pebulutangkis nomor 1 Indonesia. Atau berada pada peringkat 13 dunia.
Lewat prestasinya yang sudah mentereng di usia muda, Ginting diharapkan mampu masuk peringkat 5 dunia dan kembali menunjukkan dominasi Indonesia di sektor tunggal putra seperti Taufik Hidayat, seniornya.
2. Kalahkan peringkat pertama dunia
Pada Sudirman Cup 2017, Ginting menyumbang point penting bagi Indonesia. Secara mengejutkan dia mengalahkan Victor Axelsen yang merupakan peringkat pertama dunia asal Denmark.
Sejak saat itu Ginting begitu diperhitungkan dan diwaspadai meski tidak diunggulkan kala turnamen ini.
3. Juara Korea Open saat usia 20 tahun
Ginting yang masih berumur 20 tahun kala itu sudah tidak lagi bermain di level junior. Tak main-main, Anthony Ginting menyabet emas pada Korea Open 2017 dan ini merupakan gelar juara pertamanya di level Super Series.
Mengalahkan rekan sesama pelatnas yakni Jonatan Christie di Final Korea Open, menjadi langkah awal Anthony meraih prestasi di level senior.
3. Menangkan pertandingan final dalam 34 Menit
Menang atas tunggal putra Jepang, Kazumasa Sakai di final Super Series 2018, merupakan laga tersingkat Ginting. Ginting mengalahkan Kazumasa Sakai lewat straigth game 21-13, 21-12 hanya dalam waktu 34 menit.
Berbeda dari babak perempat final dan semifinal, laga final justru berjalan cukup mudah baginya.
5. Kalahkan Chen Long 3 kali berturut-turut
Anthony Ginting menjadi tunggal pertama putra Indonesia yang bisa tiga kali mengalahkan Chen Long alias hat-trick menang. Ginting mengalahkan juara dunia 2014 dan 2015 tersebut di babak Malaysia Masters. Dan dua kali pada gelaran Indonesia Masters Super500 Januari 2018.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *