oleh

Infrastruktur Jokowi Mengurai Kemacetan Mudik

IndonesiaBangsaku.com – Nyaris tidak ada berita di media online, tv, radio dan cetak soal kemacetan mudik 2019 di Pulau Jawa dan Sumatra. Tentu jalur mudik yang sudah mulus dan diperluaslah yang membuat kemacetan bisa dikatakan tidak ada lagi.

Selamat tinggal horror kemacetan yang hingga menewakan pemudik 2018 di Pintu Tol Berbes Jawa Tengah, kini dengan tersambungnya Tol Jakarta-Surabaya sepanjang 870 KM membuat pemudik nyaman melintas.

Bahkan arus kendaraan di jalur Pantura di Pemalang, Jawa Tengah, ramai lancer, kendaraan pemudik dari arah Jakarta ke Semarang dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam.

Ramainya arus lalu lintas pantura didominasi oleh kendaraan sepeda motor dan mobil pribadi. Begitu juga beberapa jalur lain di pulau Jawa seperti Jalur Selatan Jawa juga terpantau ancar.

Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan pada tahun 2019 tidak ada puncak arus mudik yang lewat jalur tol maupun tidak ada antrean kendaraan yang berarti dan hanya padat merayap saja pada hari yang diprediksikan menjadi puncak mudik dari arah barat.

Dikutip dari kumparan.com, selama 2015 hingga akhir 2018, Tol Trans Jawa yang telah berhasil terbangun dan beroperasi penuh sepanjang 616 km, sementara 337 km sedang terbangun.

Presiden Jokowi menarget selama 2015-2019 akan membangun tol Trans Jawa yang menghubungkan Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten dengan Banyuwangi, Jawa Timur sepanjang 1.150 kilometer (km).

Di tahun 2019, pemerintah akan membangun tol sepanjang 217 km sisanya.

Jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, pembangunan tol pada era Jokowi terbilang masif. Selama 2005-2014, tol yang dioperasikan hanya 75 km. Sedangkan selama 1978-2014, tol yang dioperasikan sepanjang 242 km.

Lantas apa rahasia Jokowi dapat membangun tol sedemikian banyak sesuai target?

1. Take Over Proyek Mangkrak dari Swasta

Kementerian PUPR mencatat, Tol Trans Jawa sebenarnya dicanangkan sejak 1996. Pada waktu itu, swasta yang memenangkan tender pengerjaan berbagai ruas tol, namun sayangnya tidak jalan.

Akhirnya di era Jokowi, sebanyak izin pengerjaan 8 ruas tol yang dimiliki swasta dibeli, kemudian diserahkan kepada BUMN untuk dibangun. Saat itu, Menteri PUPR sempat diancam akan dibawa ke pengadilan dalam proses negosiasi.

Dia pun mencontohkan Tol Solo-Ngawi yang izin pengerjaannya dimiliki oleh kontraktor Australia diambilalih tahun 2016, dan Tol Pejagan-Pemalang yang izin pengerjaannya dimiliki oleh kontraktor Malaysia diambilalih di tahun 2016 juga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *