oleh

PGN Ucapkan Terimakasih Kepada TNI-POLRI Karena Atasi Kerusuhan Makar Di Indonesia

IndonesiaBangsaku.com – Kamis 30 Mei 2019 “Patriot Garuda Nusantara (PGN) mengelar acara pengajian rutin santri “Sokotunggal, dan sekaligus buka puasa bersama. Acara ini berlangsung “Rabu 29 Mei 2019, di pondok Pasantren Abdurrahman wahid Sokotunggal, di Jalan Sodong Utara 5 nomor 18 Rawamangun Jakarta Timur. (29/5)

PGN Patriot Garuda Nusantara, saat acara Pengajian dan buka puasa bersama berlangsung, di Pondok Pesantren Sokotunggal Abdurahman Wahid, Jakarta Timur (29/05)

Acara yang berlangsung sejak sore hari dimulai pukul 17.00 Wib, dan sukses berjalan lancar, acara ini di dukung oleh narasumber sebagai pembicara yakni, “KH. Nuril Arifin Husein, Mba Ketua PGN “Patriot Garuda Nusantara, Pengurus Pengajian Sokotunggal Abdurahman Wahid.

Untuk melihat Video Kegiatan PGN Patriot Garuda Nusantara, Wawancara ketum PGN Gus Nuril Arifin, Ketika Saat acara Pengajian dan buka puasa bersama di Pondok Pasantren Sokotunggal Abdurahman Wahid Jakarta Timur, pada Rabu 29 Mei 2019, “klik Video Youtube di bawah ini :

Ketika diwawancara sejumlah awak Media “KH. Nuril Arifin Husen Mba, Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang juga selaku pengurus pondok Pasantren Sokotunggal Abdurrahman Wahid, yang kerap biasa sering di sapa Gus Nuril, dirinya mengatakan, “bahwa bila menyikapi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang sedang dihadapi Bangsa Indonesia, menurutnya musti ada sikap kedewasaan, tidak malah berjalan membabi buta mengorbankan esensial persatuan bangsa dan negara. Kata Gus Nuril Arifin

Gus Nuril Arifin Ketua Umum PGN Patriot Garuda Nusantara, ketika di wawancara awak Media (29/05)

Katanya lagi, ” PGN Patriot Garuda Nusantara, selama ini sudah siaga memasang di daerah kawasan seperti Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan di berbagai Provinsi lainnya, bahkan sampai di Amerika, “Kami siap turun tapi kami menghormati TNI – POLRI, dan nyatanya POLRI mampu berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sekali dalam mengungkap biang kerok yang menutupi pemberontakan dan makar beberapa waktu lalu yang berkedok topeng-topeng Agama. Ungkap Gus Nuril Arifin

Ungkapnya lagi Sebagai rasa terima kasih dan syukur kami kepada Kepolisian Khususnya tim Brimob Kepolisian dan TNI yang telah mampu berhasil dengan bagus sekali dan penuh kesabaran yang prima telah berhasil mengatasi kerusuhan Makar 21-22 Mei 2019. Kepolisian sebagai ujung tombak yang di dukung kekuatan tiga matra TNI berhasil mengatasi kerusahan dan untuk hal ini PGN memberikan Suport kepada Kepolisian dan berterimakasih sekali. PGN siap turun kelapangan mana kala di minta untuk itu, dan untuk di Jakarta ini, kami berharap agar tindakan-tindakan yang menguji kesaktian Pancasila sudahi saja, karena Pancasila memiliki kesaktian yang sangat luar biasa yang sejak dahulu sudah teruji karena Pancasila merupakan azas negara yang ada di dalam hati sanubari bangsa Indonesia. Jelas Gus Nuril Arifin

Ketika di tanyakan oleh sejumlah awak Media terkait dengan para korban yang mati pada saat aksi kerusuhan 21-22 Mei yang lalu, “apakah dapat di kategorikan sebagai suhada seperti dalam pemahaman Agama Islam, bahwa mereka itu yang mati sebagai korban aksi kerusuhan makar saat itu adalah Suhada yang mati secara sahid, “seperti yang di kleim oleh para pihak dari Paslon 02, “Gus Nuril mengatakan bahwa, dalam Agama Islam, suhada adalah korban yang mati dalam memperjuangkan Agama, sedangkan negara ini sudah ada aturanya, dan ketika mereka menabrak aturan negara maka tidak bisa di katakan sebagai suhada. Pungkas Gus Nuril Arifin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *