oleh

Cerita Pengguna Tol Trans-Jawa dan Sumatra Saat Mudik

IndonesiaBangsaku.com llham Filardhi (25), warga Depok yang mudik ke Kediri, Jawa Timur, benar-benar terkesan dengan waktu tempuh perjalanan pada tahun ini. Belasan tahun mudik, baru kali ini Ilham dapat tiba di kampung halaman dalam hitungan setengah hari.

Ilham berangkat bersama keluarganya dari kediamannya pada Sabtu (1/6) sore. Mulai dari Depok hingga Kediri, Ilham sepenuhnya melintasi tol trans-Jawa. Dari pengalaman pertamanya mudik dengan trans-Jawa, ia menyebut durasi perjalanan kali ini berkurang drastis.

“Dulu sih perjalanan hampir 24 jam, kalau kemarin 11-12 jam,” kata Ilham saat dihubungi via telepon.

Meski harus merogoh uang lebih banyak untuk biaya tol, Ilham justru meyakini ongkos yang dia keluarkan lebih irit ketimbang mudik di tahun-tahun sebelumnya. Dengan estimasi biaya Rp600 ribu untuk tol dan Rp400 ribu untuk bahan bakar, ia lebih efisien selama mudik kali ini.

“Menurut saya uang yang keluar setimpal karena kalau mudik lebih cepat kita enggak perlu spend waktu lebih lama di jalan. Kan kalau lebih lama di jalan bisa habis duit buat nginep dan buat makan yang lebih banyak,” imbuh Ilham.

Ilham menduga kelancaran lalu lintas dalam perjalanan mudik kali ini juga dipengaruhi oleh waktu liburan yang cukup banyak. Alhasil, penumpukan kendaraan di jalan yang terlalu berlebihan bisa dihindari.

Tony Fallah, pemudik lain yang berasal dari Jakarta menuju Wonosobo, merasakan perjalanannya di jalan setidaknya berkurang beberapa jam. Meski hanya memakai tol trans-Jawa hingga Brexit, durasi perjalanannya dengan bus hanya 10 jam.

“Padahal sebelum-sebelumnya bisa 14-15 jam. Yang sekarang pun sudah berhenti dua kali untuk istirahat,” ucap Tony.

Sementara di Sumatra, ada Alifia (23) yang merasakan keberadaan tol trans-Sumatera yang sebagian sudah beroperasi selama musim mudik ini.

Tak Bermasalah

Alifia dan keluarganya mudik menggunakan mobil pribadi menuju Palembang. Sepanjang perjalanan, satu-satunya kemacetan yang berarti hanya terjadi di antrean masuk kapal di Pelabuhan Merak.

Selama di tol, hampir tak ada masalah yang ditemui oleh Alifia dan keluarganya. Kendati demikian, bukan penyusutan durasi tempuh yang dirasa oleh Alifia sebagai efek dari penggunaan jalan tol trans-Sumatra, melainkan keamanan berkendara.

“Kalau lewat Lampung seperti biasa, jalannya panjang berkelok-kelok, lewat permukiman warga, khawatir akan bajing loncat. Jadi secara waktu enggak terlalu berpengaruh, tapi dari faktor keamanan jadi jauh lebih terasa aman,” ucapnya.

Tanpa mengesampingkan manfaat dari ruas-ruas tol yang telah beroperasi saat ini, para pemudik punya sejumlah catatan penting. Alifia dan Ilham misalnya menyoroti keberadaan area peristirahatan dan toilet di dalamnya.

Di beberapa ruas tol yang baru beroperasi, toilet yang mereka baru temukan dianggap belum layak pakai. Selain itu, jumlah area peristirahatan yang belum banyak di ruas tol baru menyebabkan antrean kendaraan yang panjang.

“Manajemen rest area harus lebih baik sehingga enggak ada kendaraan yang mengular,”  kata Ilham.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *