oleh

Diproduksi Lokal, Komponen Esemka dan Produk Jepang Sama Baiknya

IndonesiaBangsaku.com – Esemka Bima 1.2 dan 1.3 yang telah diluncurkan pada Jumat lalu (6/9/2019), disebut hanya merupakan produk rebadge dari merek mobil asal Cina, Changan Star Truck.

Istilah rebadge barangkali tidak salah, namun melihat kenyatannya sepertinya juga kurang tepat. Sebab, Esemka memang dibangun dari industri komponen lokal, bukan sekadar mengganti merek.

Sebelumnya, PT Solo Manufaktur Kreasi juga telah mengungkapkan bahwa pikap Bima memiliki kandungan lokal sebanyak 60 persen. Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh Ketua Umum Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif ( PIKKO), Rosalina Faried.

Tes Drive Esemka Bima 1.3

Rosalina mengatakan, pihaknya telah dilibatkan oleh Esemka sebagai penyedia komponen dan suku cadang pabrikan mobil asal Boyolali tersebut.

“Kalau dari kami, Esemka sudah melakukan studi sejak awal 2019. Mulai bulan Juli – Agustus difasilitasi untuk bertemu lagi. Tapi sebetulnya sejak awal 2019, tim dari Esemka sudah melakukan survei ke pabrik-pabrik kami,” ucap Rosalina di Jakarta (11/9/2019).

Rosalina mengatakan, anggota PIKKO terdiri dari beragam industri komponen penunjang otomotif. Mulai dari komponen metal, plastic, rubber, interior, serta komponen-komponen penunjang lainnya.

Pabrik Esemka milik PT Solo Manufaktur Kreasi di Boyolali, Jawa Tengah(Stanly)

“Jadi kalau untuk anggota Pikko, masing-masing perusahaan sudah mendapat bagian. Kebetulan pabrik saya membuat jok dan insulator atau peredam di interior, karena itu memang sudah spesialisasi saya dengan ATPM jepang,” ucapnya.

Ia juga mengaku, bahwa kualitas komponen Esemka bakal sama dengan komponen mobil-mobil Jepang yang sudah dibuat di pabriknya. Bahkan Rosalina menyebutkan bahwa hampir semua merek Jepang yang beredar di sini mendapat suplai jok dan insulator dari pabriknya.

“Kalau ditanya material kami sendiri, mungkin sudah 70 persen lebih dari lokal. Itu semua merek Jepang dapat dari saya. Sudah 25 tahun jadi supplier, itu dibuat dari bahan recycle tekstil dan sabut kelapa,” kata Rosalina.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *