oleh

Pembangunan Sejahterakan Papua

IndonesiaBangsaku.com – Era kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi selama menjabat sebagai Presiden tahun 2014-2019 menjadi sorotan negatif Gubernur Papua, Lukas Enembe. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir terjadi kerusuhan terjadi di wilayah Papua seperti di kawasan Timika, Manokwari dan Sorong. Meski kini kerusuhan itu sudah dapat diatasi berkat adanya peran berbagai pihak.

Hal tersebut seolah dijadikan penegasan bahwa Papua tidak membutuhkan pembangunan Pemerintah. Lukas Enembe kemudian menegaskan bahwa orang Papua tidak memiliki apa-apa. Sehingga yang mereka butuhkan adalah kehidupan, bukan pembangunan.

Lenis Kogoya, Stafsus Presiden Kelompok Kerja Papua mengatakan Jokowi sudah mencoba memberikan yang terbaik kepada Papua, salah satunya melalui pembangunan, seperti jalan Trans Papua. Jalan Trans Papua adalah jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua, membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer. Trans Papua meupakan sebagai bagian dari kesuksesan Jokowi di era kepemimpinannya selama periode lima tahun pertama.

Menurut Tokoh Pejuang Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969, Ramses Ohee selama periode Pemerintahan Jokowi, Papua menjadi prioritas dalam program pembangunan infrastruktur Pemerintah yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan menaikkan daya saing daerah.

“Pemerintah Jokowi berkomitmen untuk membangun Indonesia dengan prinsip non Jawa Sentris demi menciptakan pemerataan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya kepada akuratnews.com, Rabu (28/8/19).

Selama menjabat sebagai Presiden, lanjut Ramses, Jokowi telah membuktikan dengan pembangunan infrastruktur, sehingga masyarakat di luar Pulau Jawa merasakan dampak positif dari pembangunan infrastruktur, baik dari segi jalan, listrik, bandara maupun pelabuhan.

Papua menjadi bagian penting bagi pemerintahan Jokowi sejak menjadi Presiden. Kepedulian Jokowi terhadap Papua tampak jelas dari frekuensi kunjungan ke daerah paling timur di Indonesia tersebut.

Dia memaparkan bahwa program pembangunan infrastruktur Pemerintah berupa jalan, jembatan, pelabuhan laut, dan bandar udara, menjadi bukti lain betapa daerah Papua sangat istimewa.

“Sebagai daerah yang paling terisolasi, pembangunan jalan raya Trans-Papua, dan pembangunan infrastruktur lainnya dapat membuka akses bagi Papua,” ungkapnya.

Meskipun masih belum maksimal, kata Ramses usaha untuk membangun dan menyelesiakan konflik Papua terus dilakukan oleh Pemerintah. Dimana selama lima tahun ke belakang, pembangunan Papua menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Ramses mengungkapkan bahwa Pemerintahan Joko Widodo mengalokasikan anggaran dalam rangka otonomi khusus, bagi Provinsi Papua dan Papua Barat Rp 12,6 triliun pada 2019, sedangkan untuk tahun 2020 Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 13,05 triliun untuk Papua dan Papua Barat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Hal tersebut menunjukkan perhatian Pemerintah Jokowi dalam peningkatan anggaran bagi pembangunan di Papua. Alokasi anggaran untuk Papua dan Papua Barat diberikan dalam bentuk dana otonomi khusus dan dana tambahan infrastruktur.

“Pemerintah juga telah memberikan Otonomi Khusus di Papua melalui syarat Kepala Daerah adalah orang asli Papua,” paparnya.

Pemerintah Jokowi selama ini tak hanya menggunakan pendekatan infrastruktur di Papua dan Papua Barat. Menurutnya, banyak pendekatan lain yang juga dilakukan Pemerintah, diantaranya pembangunan kultural, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan yang terus dibenahi. Misalnya pendeketan kultural yang diupayakan Pemerintah melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang akan digelar di Papua. Pesta olahraga itu diharapkan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua.

“Melihat gambaran di atas, dapat dilihat bahwa Pemerintah saat ini tengah fokus dalam mewujudkan Papua yang lebih sejahtera,” katanya.

Ramses menyampaikan bahwa dampak positif yang diharapkan dari fokus pembangunan di Papua adalah keterisolasian Papua dapat teratasi, sehingga Papua bisa menjadi lebih maju, dan kesejahteraan penduduk Papua semakin meningkat.

“Masyarakat Indonesia dan Papua pada khususnya agar bersama-sama berperan aktif memberikan dukungan penuh untuk mengawal keberhasilan pembangunan segala sektor di wilayah Papua,” tandasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *