oleh

Jokowi soal Demo Mahasiswa: Yang Penting Jangan Anarkis

IndonesiaBangsaku.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta demo mahasiswa yang menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), revisi UU KPK, dan RUU kontroversial lain tak melakukan aksi anarkis.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/9) siang.

“Dan juga tadi [dalam pertemuan] saya menyampaikan penghargaan saya, apresiasi saya terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa, yang saya kira ini sebuah bentuk demokrasi yang ada di negara kita. Dan, masukan-masukan yang disampaikan kepada saya jadi catatan besar. Yang paling penting demo jangan rusak fasilitas umum, anarkis, dan merugikan,” ujar Jokowi.

Hari ini adalah untuk kali pertama Jokowi angkat suara terhadap gelombang aksi mahasiswa yang menuntut pembatalan revisi UU KPK, serta tolak pengesahan RKUHP, dan RUU kontroversial lainnya.

Gelombang aksi yang makin intens digelar di sejumlah wilayah Indonesia sejak Senin (23/9) lalu. Mereka menyuarakan tuntutan-tuntutan yang sama di mana yang utama adalah penolakan RKUHP dan pembatalan revisi UU KPK.

Di beberapa daerah, termasuk di Jakarta, demo mahasiswa itu berujung ricuh ketika polisi berusaha membubarkan massa.

Khusus Jakarta, pada Rabu (25/9), aksi di depan Gedung DPR dilakukan kelompok pelajar sekolah menengah. Namun, aksi pelajar itu berujung ricuh di belakang Gedung DPR hingga malam hari. Namun, aksi pada malam hari tak bisa dipastikan sepenuhnya pelajar. Pasalnya diduga sudah tercampur dengan massa kelompok lain.

Dalam jumpa pers tersendiri di Kemenkopolhukam, Menkopolhukam Wiranto mengaku menerima informasi bakal ada gelombang baru demonstrasi berbuntut rusuh jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

“Gerakan ini harus waspadai karena akan mengerahkan Islam radikal garis keras, akan digerakkan ke sana. Melibatkan suporter bola kaki juga, kemudian teman-teman buruh. Juga tukang ojek dan para medis, bahkan para medis sudah diberi penyesatan,” kata Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Kamis (26/9) siang.

Wiranto berharap masyarakat tidak terpengaruh, juga tidak ikut-ikutan demo ketika ada ajakan. Wiranto menyebut gerakan yang diprediksi lebih besar ini akan menimbulkan kerusuhan hingga berujung ketidakpercayaan kepada pemerintah yang sah.

Sementara itu Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengakui aksi-aksi demo mahasiswa itu tak bisa menutup adanya penyelundup yang memprovokasi kericuhan. Namun, tegas Mahfud, penyelundup demo itu tak bisa menghilangkan arus utama aspirasi aksi mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Kami juga menghargai mahasiswa karena kami dulu ikut demo-demo seperti itu, bahwa ada penumpang dan sebagainya itu tidak menjadi arus utama, bahwa ada orang nyelundup ikut masuk menyelusup itu tidak bisa dihindari, tapi enggak ada pengaruhnya pada aspirasi utamanya,” kata Mahfud mewakili rombongan tokoh yang dipimpin budayawan Goenawan Mohammad usai bertemu presiden di Istana Merdeka, Kamis petang.

Mahfud juga menegaskan saat bertemu para tokoh di istana, Jokowi mengatakan sangat menghargai aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

“Tadi bapak Presiden di depan kami mengatakan sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Karena itu hak yang dijamin konstitusi,” ujar Mahfud.

Sebelumnya, pada pagi tadi di kompleks Istana Kepresidenan, Menristekdikti M Nasir mengaku Jokowi telah memintanya untuk mereda mahasiswa agar tak turun ke jalan lagi. Para mahasiswa itu, kata Nasir, didorong untuk menyampaikan aspirasi lewat dialog.

Iya (diminta untuk meredam). Mengajak mahasiswa untuk dialog dengan baik. Tidak melakukan turun ke jalan, tapi kembali ke kampus masing-masing,” kata Nasir, menjawab pertanyaan apakah ia diminta Presiden untuk meredam demonstrasi mahasiswa usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (26/9).

Nasir mengatakan Jokowi juga meminta kampus-kampus tak mengerahkan mahasiswanya untuk mengikuti aksi unjuk rasa. Menurutnya, Jokowi tak ingin gerakan mahasiswa justru mengacaukan keamanan.

Oleh karena itu, Nasir pun memerintahkan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti untuk menyampaikan hal tersebut kepada rektor-rektor di seluruh Indonesia.

“Imbauan saya para rektor, tolong mahasiswa diberitahu jangan sampai turun ke jalan. Nanti kami ajak dialog,” kata Nasir.

“Kalau mereka orang terpandang pendidikannya, itu turun ke jalan sehingga tidak bisa dikontrol. Apa bedanya nanti dengan tidak terdidik,” sambung mantan Rektor Undip itu menyikapi demo mahasiswa yang intens berlangsung sejak awal pekan ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *