oleh

Bamsoet Undur Jadwal Pelantikan Jokowi, Istana: Penghikmatan Toleransi yang Luar Biasa

IndonesiaBangsaku.com – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan untuk mengundurkan jadwal pelantikan Joko WidodoMa’ruf Amin. Pelantikan yang sedianya akan digelar pada Minggu (20/10) pagi pukul 10.00 WIB diundur menjadi Minggu sore pukul 16.00 WIB. [X] Close

Keputusan tersebut lantas sangat diparesiasi oleh pihak Istana. Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin, menilai keputusan MPR tersebut luar biasa dan mencerminkan toleransi.

“Menurut saya luar biasa loh. Selain orang sembahyang, itu kan ada CFD (Car Free Day) itu,” ujar Ngabalin pada Rabu (9/10). “Jadi kalau diundur setelah salat Asar itu clear. Itu apresiasi luar biasa. Saya yakin MPR memulai sesuatu dengan penghikmatan toleransi kebersamaan yang luar biasa. Itu artinya merupakan suatu wajah dan ciri yang baik. Ini tanda terbaik bagi MPR dan DPR dalam kepemimpinan mereka di 5 tahun ke depan.”

Keputusan tersebut, tutur Ngabalin, juga telah dikoordinasikan dengan Istana. Sehingga Istana dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi pelantikan tersebut.

“Karena kan pengantin ini,” jelas Ngabalin. “Dengan begitu kami bisa berbenah-benah di Istana dan KSP.”

Perubahan jam pelantikan ini juga sudah diinfokan kepada para relawan dan pendukung Jokowi-Ma’ruf. Ngabalin menyebut bahwa KSP selalu menjaga koordinasi yang baik dengan mereka.

“Kalau ini kan paling tidak bukan koordinasi, tapi paling tidak memberitahukan,” tutur Ngabalin. “Pasti para relawan dan para pendukung tahu. Pasti dikoordinasikan.”

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet, mengungkapkan alasan di balik pengunduran jadwal tersebut. Rupanya, keputusan itu diambil untuk memberikan kesempatan bagi saudara Nasrani untuk beribadah di Minggu pagi serta tidak mengganggu waktu relaksasi warga.

“Kita ingin agar memberi kesempatan saudara-saudara kita beribadah pagi hari. Karena akan ada penutupan jalan, karena ada tamu-tamu kepala negara sahabat yang hadir,” ujar Bamsoet ketika ditemui awak media di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Selasa (8/10). “Kalau pagi maka akan ganggu rakyat kita yang olahraga. Makanya kami memutuskan dan mengusulkan, kalau diterima, (pelantikan) diundur jam empat sore.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *