oleh

Hati-hati Jarimu, ASN Diminta Bijak Bermedsos

IndonesiaBangsaku.com – Peringatan agar bijak dalam menggunakan media sosial memang tak hanya berlaku bagi masyarakat umum. Bahkan sekarang, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus lebih ber hati-hati menggunakan media sosial.

Pasalnya, mengunggah kiriman nyinyir yang berbau ujaran kebencian bisa dihukum, bahkan sampai berujung pemecatan. Bukan cuma itu, dalam Surat Edaran BKN kepada PPK tentang Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi PNS yang terbit Mei 2018 lalu, disebutkan bahwa menyebarluaskan pernyataan ujaran kebencian di media sosial bisa membuat ASN dihukum.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada mengaku terus melakukan penjelasan kepada ASN di lingkungkan Pemkot Sukabumi untuk bisa lebih berhati-hati dalam penggunaan media sosial. Jangan sampai, menjadi provokator yang menimbulkan kegaduhan.

“Untuk lebih bijak menggunakan sosial media. Sebab, semakin marak penggunaan media sosial secara negatif dan bahkan melampaui batas-batas kepatutan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Senin (14/10).

Maka dari itu, sebagai aparatur pemerintah dan abdi negara, seluruh pejabat maupun staf tidak etis dan tidak patut menyampaikan kritik terbuka, termasuk melalui media sosial, terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah. “Untuk itu, kami mengingatkan kepada seluruh pejabat maupun staf agar cerdas dan bijak menggunakan medsos sehingga tidak melanggar Undang-undang ITE, norma kesusilaan dan norma kepatutan,” katanya.

Sampai saat ini, pihaknya belum menemukan data atau laporan terkait adanya ASN Pemerintah Kota Sukabumi yang terlibat ujaran kebencian atau intoleransi. Bahkan Dinas Kominfo sesuai fungsi nya sedang memantau medsos dan memberikan masukan kepada seluruh ASN. “Alhamdulillah di Kota Sukabumi tidak ada. Semoga itu tidak terjadi. Jadilah ASN yang memberikan contoh baik kepada masyarakat,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono. Dirinya menghimbau kepada seluruh ASN yang ada di lingkungan Pemkab Kabupaten Sukabumi, agar bijaksana dan cerdas dalam menggunakan medsos. Seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram dan lainnya. “Hal tersebut sudah saya sampaikan saat apel pagi di Setda Kabupaten Sukabumi,” akunya.

Pihaknya mengingatkan kepada semua pihak, agar lebih berhati-hati menyikapi suatu masalah. Terlebih, jika hal tersebut ada di media sosial. Menurut Adjo, sudah seharusnya setiap ASN memberikan contoh yang baik dan menjadi teladan bagi masyarakat.

“Jangan sembarangan membuat status atau meneruskan postingan orang lain di medsos yang dapat menimbulkan masalah, merusak persatuan dan persaudaraan serta dapat merusak kewibawaan lembaga pemerintahan,” imbuhnya.

Bila ada ASN yang memposting ujaran kebencian, maka mereka harus siap menerima sanksi dari atasannya atau pejabat pembina kepegawaian. “Untuk itu, BKPSDM harus kembali mempertegas masalah tersebut. Sehingga, semua ASN bisa diingatkan tentang tata cara bermedia sosial.

Apabila pada akhirnya tetap ada oknum ASN yang berkomentar negatif dan melanggar ketentuan, tentu akan ada sanksi sesuai tingkat pelanggaran dampak yang ditimbilkannya. Dasar pengenaannya sanksi sesuai peraturan disiplin PNS,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yuda Sukmagara meminta, agar ASN di Kabupaten Sukabumi tidak melakukan cuitan di medsos yang berbau ujaran kebencian dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan efek negatif. “Ya, ASN harus lebih mengedepankan etikanya. Alangkah baiknya jika ASN mengunakan medsos dengan bijak tidak menyinyir yang dapat menimbulkan dampak negatif,” pintanya.

Selain itu, Yuda juga mengingatkan agar para ASN dapat meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “ASN lebih baik fokus bekerja dengan profesional dari pada menyinyir di medsos tidak ada gunanya,” pungkasnya. (bal/bam/den)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *