oleh

Pesan Damai untuk Papua dari Banten

IndonesiaBangsaku.com – Ada ratusan pelajar asal Papua penerima beasiswa Pemerintah yang saat ini sedang melaksanakan studi di wilayah Provinsi Banten. Ada yang berstatus mahasiswa dan sedikit pula yang masih duduk di bangku sekolah menengah.

Pada umumnya mereka adalah penerima beasiswa pada Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) dan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Para penerima beasiswa ADEM tersebar di berbagai SMA Negeri maupun SMK di Kota Serang, Tangerang, Rangkasbitung, dan Pandeglang.

Foto: dok. Batas Negeri

Foto: dok. Batas Negeri

“Mereka sudah seperti cucu-cucu saya,” ungakp tokoh masyarakat Banten KH. Embay Mulya Sarif  kepada Batasnegeri.com di sela-sela kegiatan FGD yang digelar Binmas Polda Banten di Hotel Marbella Anyer awal Oktober lalu.

KH. Embay Mulya Sarif (Foto: dok. Batas Negeri)

KH. Embay Mulya Sarif (Foto: dok. Batas Negeri)

“Masyarakat Banten itu sangat egaliter, terbuka kepada semua etnis, semua agama, kecuali terhadap penjajah. Tetapi kalau kita dengan sesama anak bangsa, dari manapun dia, datang ke Banten, kita terima dengan sangat  terbuka ” tegas Embay.

Penerimaan yang sama juga ditunjukkan Polda Banten yang secara berkala memberikan pendampingan dan rekreasi bersama dengan para pelajar dari berbagai komunitas daerah.

“Kali ini kami fokuskan pada anak-anak Papua,” ungkap Direktur Binmas Polda Banten, Kombes Pol Oki Warsito.

Dalam kegembiraan menikmati rekreasi bersama di pantai Anyer, para pelajar asal Papua ini mengaku mendapatkan perlakuan penuh kekeluargaan dari warga Banten.

Foto: dok. Batas Negeri

Foto: dok. Batas Negeri

Di sisi lain, anak-anak Papua muda belia yang hidup jauh dari keluarga ini juga menyadari bahwa di kampung halaman mereka belakangan ini sering dilanda berita hoaks yang memicu aksi unjuk rasa. Tak jarang, aksi unjuk rasa itu berakhir anarkis.

Menyikapi hal itu, Paula dan kawan-kawannya punya kiat sederhana.

“Kami tidak mau terpengaruh dengan demo-demo. Itu hanya akan merusak masa depan. Lebih baik kita fokus saja belajar,” kata Paula.

“Aksi-aksi itu ada pihak-pihak yang mengatur, jadi kita jangan sampai terprovokasi,” kata Serlita menimpali.[*]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *