oleh

Kabinet Indonesia Maju Sinyal Kuat Lawan Radikalisme

IndonesiaBangsaku.com – Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai Kabinet Indonesia Maju sinyal Presiden Joko Widodo menyatakan perang pada radikalisme. Sejumlah individu berkompeten memberantas gerakan radikal duduk di kursi kabinet.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Kemanan Mahfud MD, dan Menteri Agama Fachrul Razi diyakini sangat mumpuni.

“Empat orang ini mempunyai karakter tegas dan saya yakin cukup mampu melawan radikalisme. Ini sinyal perang radikal,” ujar Stanislaus kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia menuturkan keempatnya tepat ditempatkan di kementerian-kementerian yang menjadi garda terdepan melawan radikalisme. Terlebih, kempatnya memiliki latar belakang aparat hingga warga sipil.

“Pak Fachrul Razi menjadi menteri agama, bekas jenderal TNI, dari Aceh cukup tegas,” tuturnya.

Sinyal melawan radikalisme juga ditegaskan Jokowi saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negera. Presiden Jokowi secara eksplisit menyampaikan permasalahan deradikalisme menjadi pekerjaan rumah Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Agama Fachrul Razi.

“Pak Jokowi mengatakan akan perang dengan radikalisme,” tutu dia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sempat menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 1998. Latar belakang militer juga melakat pada Menteri Agama Fachrul Razi. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999-2000.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnvian merupakan mantan Kapolri. Selama menjabat dia terus menerus aktif memberantas terorisme. Tito pernah menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Polri dan Kepala Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT).

Menko Polhukam Mahfud MD. Pakar hukum tata negara itu sempat menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi selama dua periode yakni 2008-2011 dan 2011-2013. Sebelum menjabat menteri, dia aktif menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *