oleh

Presiden Jokowi : Pemerintah Tidak Setengah Hati Bangun Papua

IndonesiaBangsaku.com – Presiden Joko Widodo meresmikan jembatan Youtefa bertepatan dengan momen peringatan Sumpah Pemuda ke 91, Senin (28/10/2018).

Jembatan yang melintas di atas Teluk Youtefa ini memangkas waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang dari semula sekitar 1,5 – 2 jam menjadi sekitar 30 – 45 menit saja.

Peresmian jembatan dengan tipe pelengkung baja terpanjang di Papua membuktikan Pemerintah tidak setengah hati membangun Papua.

Pantauan lapangan, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan setibanya di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura seusai kunjungan kerja ke Wamena, Jayawijaya langsung menuju Jembatan Youtefa.

Presiden langsung mendengarkan paparan terkait Jembatan Merah Youtefa dan mengecek kesiapan operasional jembatan tersebut dilanjutkan dengan sambutan sekaligus meresmikan Jembatan Youtefa.

Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan Jembatan Youtefa.

“Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami ini menjadi salah satu bukti komitmen kami dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian Timur. Jembatan ini merupakan salah satu bukti bahwa Pemerintah tidak setengah hati untuk membangun Papua,” tegasnya.

Presiden juga memastikan, ketimpangan yang ada di Indonesia Bagian Timur khususnya Papua akan terus dikejar dan dibangun agar infrastruktur di Wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan timur bisa merata.

Masyarakat, pinta Presiden, diharapkan agar dapat turut menjaga jembatan yang dibangun dari kolaborasi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura.

Dengan diresmikannya jembatan Youtefa, maka waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw akan lebih cepat dari semula sekitar 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30-45 menit saja.

“Selain meningkatkan konektivitas, Jembatan Youtefa juga akan mendorong pengembangan Kota Jayapura ke Timur yakni ke arah kawasan Skouw,” sambungnya.

Di kawasan perbatasan Skouw sebagai embrio pusat pertumbuhan ekonomi kawasan telah selesai dibangun PLBN dan dilanjutkan dengan pembangunan pasar.

Saat ini terlihat sekarang di kawasan Skouw sudah banyak kios yang tersedia, bahkan banyak yang berwisata ke sana.

Keberadaan jembatan juga akan mengendalikan laju perkembangan Kota Jayapura di bagian Barat yang berupa pegunungan dan sangat beresiko merusak hutan sebagai daerah tangkapan air bagi keberlanjutan Kota Jayapura.

Jembatan ini akan lebih mengarahkan pengembangan Kota Jayapura ke kawasan Koya.

Pengembangan selanjutnya dari kawasan sekitar Jembatan Youtefa adalah untuk wisata air karena didukung dengan pemandangan teluk dan perbukitan.

Jembatan Youtefa juga akan memperpendek jarak dan waktu tempuh menuju kawasan Koya sebagai venue beberapa cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

Rencananya juga Teluk Youtefa ini akan menjadi venue pertandingan dayung PON 2020 Papua.

Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan dan pemasangan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter, konstruksi jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 600 meter dan jalan akses Jembatan Youtefa sepanjang 9.950 meter.

Sementara Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan pembangunan jalan pendekat sisi Hamadi sepanjang 320 meter. Pembangunannya dikerjakan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya dengan total anggaran Rp 1,8 Triliun.

“Ini juga kali pertama, pembangunan jembatan dimana pelengkungnya dibuat utuh di tempat lain kemudian dibawa ke lokasi. Museum Rekor lndonesia (MURI) memberikan 2 rekor pada Proyek pembangunan Jembatan Youtefa yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan Jarak terjauh dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang,” tukas Presiden.

Pukul 15.43 WIT, Jembatan Youtefa secara langsung diresmikan oleh Presiden Jokowi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol sirene.

Presiden didampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Papua Lukas Enembe, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano dan Ondoafi Abisai Rollo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *