oleh

Hari Kesehatan Nasional, Terawan Soroti Layanan Kesehatan dan Stunting

IndonesiaBangsaku.com – Tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional ( HKN). Tahun ini, diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional yang ke-55.

Adapun topik yang diangkat sebagai tema dari Hari Kesehatan Nasional 2019 adalah Generasi Sehat, Indonesia Unggul.

Tujuan dari peringatan HKN ke-55 adalah sebagai pengingat publik bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila semua komponen bangsa dapat berperan serta dalam upaya kesehatan.

Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional di pusat dilaksanakan pagi ini (12/11/2019), dipimpin Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di lapangan Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan.

Dari sambutan yang diberikan, Menteri Kesehatan bangga atas capaian dalam pembangunan kesehatan. Namun, ia menyoroti isu-isu yang harus diwaspada seperti stunting, jaminan kesehatan nasional (JKN), penyediaan pelayanan dan kesehatan, harga obat hingga alat kesehatan dalam negeri.

Stunting sempat menjadi masalah kesehatan yang sangat disorot di Indonesia. Berdasarkan riset tahun 2013, prevelensi balita stunting di Indonesia mencapai angka 37,8 persen.

Hingga tahun 2019, dengan upaya-upaya dan koordinasi antar pihak, prevelensi balita stunting berubah menjadi 27,67 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan telah adanya penurunan sebesar 10 persen dalam 6 tahun terakhir, tetapi stunting dinilai masih menjadi permasalahan serius di masyarakat.

Menkes juga mendorong dilakukannya upaya inovasi di bidang layanan kesehatan. Inovasi yang dimaksud bertujuan untuk melakukan efisiensi tindakan-tindakan yang mahal dengan terobosan-terobosan baru.

“Strategi pembangunan kesehatan yang kita bangun melalui penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya melalui JKN, Germas, Indonesia Sehat, PIS-PK, dan Nusantara Sehat,” tutur Menteri Kesehatan Terawan dalam sambutannya di Hari Kesehatan Nasional ke-55.

Sementara, kegiatan HKN dirancang untuk merangkul masyarakat, dunia usaha, profesional, mitra, organisasi dan tokoh masyarakat. Dengan adanya rangkaian kegiatan ini, diharapkan semua sektor akan semakin sadar pentingnya pembangunan kesehatan.

Adapun rangkaian kegiatan HKN ke 55 di pusat terdiri atas pengabdian masyarakat, kegiatan ilmiah, olahraga dan lomba, pameran dan family gathering, publikasi dan penghargaan, upacara dan tabur bunga, serta acara puncak.

Sedangkan rangkaian kegiatan HKN 55 di daerah dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, HKN mulai diperingati pada tahun 1964.

Sejarah diperingatinya HKN berawal dari kejadian sekitar tahun 1950-an. Saat itu, terjadi wabah malaria yang banyak dialami masyarakat Indonesia hingga menelan ratusan ribu korban jiwa.

Pemerintah kemudian melakukan upaya pembasmian malaria dengan membentuk Dinas Pembasmian Malaria tahun 1959.

Kemudian pada bulan Januari 1963, namanya berubah menjadi Komando Operasi Pembantasan Malaria (KOPEM). Pemerintah RI kemudian bekerja sama dengan WHO dan USAID, merencanakan pada tahun 1970 malaria dapat dibasmi sepenuhnya.

Pembasmian wabah tersebut dilakukan menggunakan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT). Insektisida ini disemprotkan secara masal ke rumah-rumah warga di seluruh Jawa, Bali, dan Lampung.

Penyemprotan dilakukan secara simbolis oleh Presiden Soekarno pada tanggal 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta. Selanjutnya, kegiatan penyemprotan DDT dibarengi dengan kegiatan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kepada masyarakat.

Lima tahun setelahnya, sekitar 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria. Kemudian, tanggal 12 November 1964, keberhasilan pemberantasan malaria diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang pertama.

Hal ini kemudian menjadi titik kebersamaan seluruh komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *