oleh

Peringati HKN 2019, Mantan Menkes Singgung Stunting dan Kesehatan Jiwa

IndonesiaBangsaku.com – Dua mantan Menteri Kesehatan Farid Anfasa Moeloek dan Nila F Moeloek menyinggung masalah stunting dan kesehatan jiwa. Keduanya menyampaikan masalah ini usai diskusi bersama Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Indonesia di kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap 12 November menjadi momen bagi keduanya menyinggung pekerjaan rumah pemerintah terkait isu-isu kesehatan.

1. Ada sejumlah pekerjaan rumah bagi pemerintah di bidang kesehatan

Nila mengatakan pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah di bidang kesehatan. Berdasarkan indeks keluarga sehat, tercatat hanya 18 persen masyarakat yang memahami tentang kesehatan.

“Artinya kesadaran kesehatan tidak ada, jadi ujungnya ini sebenarnya adalah kita mencoba mengubah perilaku. Artinya sekarang bagaimana mengubah perilaku karena kesehatan ini semua di hilir,” kata dia.

2. Pada 2013 angka stunting mencapai 37,2 persen

Nila mengatakan pada 2013 angka stunting mencapai 37,2 persen. “Artinya empat dari sepuluh anak, IQ-nya gak nyampai,” kata dia.

Artinya, kata dia, sebanyak 40 persen orang tidak bisa berpikir lebih jauh, dan ini mengakibatkan tugas pemerintah di bidang kesehatan menjadi lebih berat.

“Meskipun sudah turun, WHO minta di bawah 20, berarti kita bukan punya bukan aset tapi beban bangsa,” kata Nila.

3. Ingatkan kesehatan jiwa juga penting Moelok

Sementara, Farid lebih menyoroti masalah kesehatan mental atau kejiwaan. Namun, Farid dan Nila sepakat, isu ini juga tidak kalah penting dibandingkan kesehatan fisik.

“Sehat bukan hanya fisik. Sosial, mental. Jadi selain fisik, sosial dan mental jangan sakit. Sosial, punya rumah yang rumah sangat sederhana sempit sekali, itu enggak sehat. Sehat bukan hanya fisik tapi sosial dan mental. Jiwanya harus dilihat,” kata dia.

Farid juga menyinggung masalah depresi atau tingkah nakal yang dialami anak Indonesia. Masalah ini juga harus diperhatikan pemerintah, agar memastikan masyarakat memiliki kesehatan yang cukup dalam kejiwaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *