oleh

Peringati HKN 2019, Menkes Prioritaskan SDM

Indonesiaangsaku.com – Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019 diperingati serentak pagi tadi. Termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, yang dilangsungkan di halaman rumah jabatan Wali Kota.

Dalam upacara peringatan HKN yang dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu, Wali Kota Tarakan Khairul, didaulat sebagai inspektur upacara.

HKN kali ini mengangkat tema Generasi Sehat Indonesia Unggul Indonesia Maju 2020-2024. Untuk itu, dalam sambutan Menteri Kesehatan, yang dibacakan Khairul mengatakan, perhatian pemerintah dalam kurun waktu tahun mendatang, diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan, terkait membangun SDM yang berkualitas. Yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Khairul.

Sementara ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri. Hal-hal tersebut akan menjadi fokus perhatian bersama, untuk dapat segera mengupayakan solusinya.

Berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM, telah diraih dari kinerja kabinet lalu yang ditandai dengan adanya peningkatan indeks pembangunan manusia Indonesia setiap tahun. Dimana salah satu parameter yang diukur adalah usia harapan hidup.

“Isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan. Antara lain dengan menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular, dengan menurunnya angka,” jelasnya.

Dikatakan, perhatian pemerintah dalam kurun lima tahun mendatang, diprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia

“Dalam pelaksanaan tata kelolanya, saya minta pembangunan kesehatan di daerah, serta pemanfaatan anggaran harus dilaksanakan dan dikelola secara baik, benar dan bertanggung jawab, akuntabel, transparan serta dengan sistem monitoring evaluasi yang ketat,” imbuh Menkes.

Dalam perspektif saat ini, pembangunan kesehatan menekankan dua penguatan, yaitu optimalisasi inovasi layanan kesehatan dan harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan.

Optimalisasi inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk mengefisiensikan tindakan-tindakan yang mahal, dengan mengoptimalkan inovasi pelayanan kesehatan dan penyediaan obat dan alat kesehatan produk lokal dalam negeri tanpa mengurangi kualitas dan mutu.

Sementara harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan, terkait konektivitas antar kementerian dan lembaga, lintas sektor maupun unit-unit kerja lintas program terkait lebih ditingkatkan, agar tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga fokus pada pemecahan masalah kesehatan.

“Tentu, semua itu membutuhkan dedikasi dan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan, dalam sektor kesehatan di tingkat pusat dan daerah,” demikian Khairul. (003)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *