oleh

Angela Tanoesoedibjo: Teknologi Digital Mitra Industri Kreatif

IndonesiaBangsaku.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan ekonomi kreatif di era industri 4.0.

“Pemerintah akan terus mendorong bagaimana industri kreatif berkembang dengan teknologi. Teknologi adalah partner dari industri kreatif,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo seperti keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Sabtu (24/11/2019).

Penyandang gelar Master of Commerce dari The University of New South Wales, Australia ini menilai, teknologi digital bisa bermanfaat bila SDM mampu mengelolanya dengan baik.

“Pemerintah pun akan mendorong SDM tersebut untuk lebih fasih lagi menggunakan digital,” katanya.

Sebelumnya, dalam talkshow di Gebyar Karya Pertiwi 2019 di Jakarta, 13 November lalu, anggota termuda dalam Kabinet Indonesia Maju itu mengungkapkan, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan saat memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan industri kreatif. Pertama, terkait hak cipta.

“Ketika kita masuk ke digital, itu disebarluaskan. Semua bisa lihat, semua bisa ambil. Kalau kita nggak punya copyright itu bahaya, bisa di-copy orang. Bahkan yang meng-copy bisa mendaftarkan,” tutur Angela.

Kedua, Angela memaparkan SDM harus dipastikan mumpuni dalam menggunakan teknologi digital untuk memaksimalkan pemasaran produk kreatif.

“Kita perlu memiliki SDM yang baik, yang sangat bisa memanfaatkan digital,” kata Angela.

Ketiga, yang perlu diperhatikan adalah menghadirkan hubungan personal antara penjual dan pembeli, seperti pada transaksi konvensional.

Pada pertemuan itu, Angela memberi dukungan kepada Dharma Pertiwi, organisasi istri prajurit TNI, yang meluncurkan platform e-commerce Ladara Indonesia.

Ladara yang merupakan singkatan Laut Darat Udara menjadi wadah bagi masyarakat, terutama ibu-ibu dari keluarga besar TNI untuk memasarkan produk kreatifnya.

“Saya sangat mengapresiasi usaha untuk go digital ini. Ini langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan ekonomi di daerah-daerah,” kata Angela.

Angela menjelaskan saat datang langsung ke toko terjadi interaksi antara penjual dan pembeli. “Bisa langsung negosiasi. Si penjual bisa bilang, kalau beli tiga gratis satu. Jadi, ada teknik-teknik tersendiri yang lebih personal,” ungkapnya.

Namun, menghadirkan interaksi dan negosiasi tersebut menjadi tantangan di toko online atau e-commerce.

“Ketika kita masuk ke dunia digital, pembeli dan penjual ada barrier-nya. Tapi, itu bisa kita akali sebetulnya, kita create, sehingga digital bisa tetap terasa personal,” kata Angela.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan dalam berjualan online, mutu harus betul-betul dijaga.
Dia berharap ada proses kurasi yang detail sebelum sebuah produk masuk ke website Ladara.

“Jadi, mutunya terjamin,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *