oleh

Peringatan Hari Guru, Siswa SMPIT Nuris Cuci Motor Guru

IndonesiaBangsaku.com – Siswa SMPIT Nurul Islam (Nuris) Tengaran Kabupaten Semarang memberikan kejutan kepada para pengajarnya dalam Peringatan Hari Guru. Mereka yang izin tidak mengikuti upacara, melakukan aksi cuci mobil dan motor milik para guru.

Menurut Waka Sekolah Bidang Kesiswaan, Sulistyorini, para guru tidak mengetahui rencana siswa yang mencucikan kendaraan para guru.

“Awalnya, saat para guru akan parkir, diarahkan siswa ke lokasi yang ada di sebelah masjid. Para guru tidak menyangka itu adalah akal-akalan siswa, karena sibuk menyiapkan upacara dan UTS, guru pun menurutinya,” jelasnya, Senin (25/11/2019).

Ternyata, saat sampai ruang guru, di setiap meja sudah terdapat bunga dan puisi. Selain itu, di setiap pintu juga ada puisi yang seluruhnya bertema guru. Selesai upacara, para murid secara spontan menyanyikan lagu Hymne Guru dan memberikan kado serta ucapan.

Sulistyorini mengatakan, saat upacara tersebut ada 10 siswa kelas IX yang izin dengan berbagai alasan.

“Saat yang lain upacara, mereka malah mencucikan mobil dan motor para guru. Setelah selesai mencuci, motor dikembalikan lagi ke parkiran,” jelasnya.

Dia mengaku terharu dengan aksi para siswa tersebut. Bahkan, beberapa guru sampai menangis karena tak menyangka dengan kejutan siswa.

“Biasanya kan hanya mendapat kado dan ucapan, tapi tahun ini beda. Sungguh, kami tak menyangka para siswa bisa berbuat seperti ini,” jelasnya.

Inisiator aksi, Syihabul Fikri Haiban dan Muhammad Hilmi Farras, siswa kelas IX, mengungkapkan rencana cuci motor tersebut digagas pada Minggu (24/11/2019).

“Kami bagi tugas, ada yang mengarahkan parkir, ada yang cuci motor lalu mengembalikan,” jelasnya. Motor sengaja diarahkan ke dekat masjid karena dekat dengan sumber air dan tidak terlihat dari tempat upacara.

Aksi cuci motor dipilih sebagai bentuk apresiasi kepada para guru karena motor saat ini menjadi sarana vital transportasi.

Menurut Syihab, dengan motornya, siswa bisa bertemu dengan para guru sehingga bisa mendapat ilmu pengetahuan.

“Selain cuci motor, kami juga memberikan kado dan puisi kepada guru-guru,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *