oleh

Polda Papua Tindaklanjuti 13 Kasus Pelanggaran HAM Libatkan Aparat

Indonesiabangsaku.com – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan siap menindaklanjuti 13 kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tejadi setelah tahun 2002.

Namun dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di bawah tahun 2002, seperti kasus Mapnduma kata Kapold di Jayapura, Selaaa (26/11) itu  menunggu keputusan politik dan saat ini masih digarap Kejaksaan Agung dan Komnas HAM.

Ketika ditanya apakah pelaku dugaan pelanggaran HAM adalah aparat keamanan, mantan Kapolda Sumut itu, membenarkan.

Bahkan, katanya, ada beberapa kasus yang pelakunya anggota Polri dan kasusnya sudah ditangani, contohnya kasus di Yapen.

Para pelaku yang merupakan anggota Brimob itu sudah diproses hukum.

“Sedangkan penanganan kasus lainnya yang termasuk dalam 13 kasus dugaan pelanggaran HAM sudah dilaporkan ke Komnas HAM,” kata Waterpauw.

Ia menambahkan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM yang masuk dalam 13 kasus itu terjadi di beberapa wilayah, seperti Biak, Paniai, dan Yapen.

Bila ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus dugaan pelanggaran HAM, maka pihaknya akan memproses sesuai peraturan yang berlaku.

Ia menjelaskan anggota Polri sudah dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan, termasuk dalam menangani kelompok kriminal bersenjata.

“Sehingga diharapkan tidak dituduh melakukan pelanggaran HAM,” kata Irjen Pol Waterpauw.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *