oleh

Tak Hanya BUMN, BNPT Sebut Radikalisme Juga Menjangkiti Polri dan Wartawan

IndonesiaBangsaku.com – Belum lama ini Detasemen Khusus (Densus) 88 telah menangkap seorang staf Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diduga terkait aksi teror. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan tanggapan terkait hal ini. 2

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menyatakan bahwa paham radikalisme tak hanya ditemukan di lingkungan BUMN, namun juga tempat lain. Tak terkecuali di lingkup kepolisian. “Jangankan BUMN, semuanya ada. Polisi saja ada kok (terpapar radikalisme), Polwan. Saya (sudah) ngomong sama Polri,” ujarnya di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (18/11).

Terkait jumlah orang yang terpapar di masing-masing lembaga maupun kementerian tidaklah sama. Namun yang jelas, radikalisme telah menjadi ancaman serius yang menjangkiti semua lini sehingga harus diberantas. “Artinya, tugas kita sekarang mereduksi itu,” imbuh Suhardi.

Ia mengaku telah diminta untuk memberikan edukasi kepada para pegawai BUMN terkait bahaya radikalisme. Di hadapan 180-an CEO BUMN, ia menjelaskan bahaya serta upaya pencegahan terhadap radikalisme. Tak terkecuali cara-cara menangani rekan yang mungkin sudah mulai terpapar paham tersebut.

“Saya sudah memberikan ceramah permintaan menteri BUMN yang lama, 184 CEO-nya saya berikan masalah resonansi kebangsaan dan juga bahaya-bahaya dan pencegahannya,” lanjut Suhardi. “Jadi ada treatment-treatment khusus ketika kita melihat ada anggota kita yang mungkin ‘agak lain’. Artinya, yang sekarang kita kami bagaimana yang sudah ada dan bagaimana untuk rekrutmen ke depannya.”

Tak cukup sampai di situ, ternyata paham radikal tak hanya menjangkiti BUMN dan kepolisian, namun juga wartawan. “Semua kita punya petanya, semuanya jangan bilang tidak ada. Emang tidak ada jurnalis (terpapar radikalisme)? Mau saya buka siapa yang suka besuk-besuk di tempat itu?” pungkas Suhardi.

Diberitakan sebelumnya, seorang pegawai PT Krakatau Steel telah diamankan oleh Densus 88 karena diduga terkait dengan aksi bom di Banten pada Rabu (13/11). Penangkapan ini pun telah dibenarkan oleh pihak perusahaan. “Segenap Manajemen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tetap menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku,” kata Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama, Kamis (14/11).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *