oleh

Tangkal Paparan Radikalisme di Kampus, BNPT dan Universitas Widyatama Gelar Seminar dan Deklarasi

Paparan radikalisme di Indonesia telah mencapai angka sepuluh persen dari setiap kelompok masyarakat, termasuk potensi paparan di lingkungan institusi pendidikan atau kampus.

Hal tersebut, disebabkan generasi milenial yang memiliki kondisi psikologis yang labil, menjadi salah satu target dari penyebarluasan paham tersebut.

Oleh sebab itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT) telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi ancaman dan melawan setiap upaya tumbuh kembangnya paraparan radikalisme kepada para penerus bangsa.

Kasubdit Kontra Propaganda Direktorat Pencegahan Deputi 1 BNPT, Kolonel Pas Sujatmiko menyebut, pihaknya melakukan upaya preventif melalui beberapa kegiatan deradikalisasi seperti, diskusi, seminar, dan berbagai langkah edukasi lainnya kepada masyarakat, termasuk mantan dan keluarga dari narapidana.

Kegiatan-kegiatan tersebut, kata Sujatmiko sebagai upaya menekan persebaran benih radikalisme yang berujung pada aksi teror.

“Generasi muda, khusunya mahasiswa perlu memahami, apa itu dan akar masalah dari bentuk radikalisme, kemudian ketahui dulu benar tidaknya bahwa radikalisme menyasar generasi milenial. Pahami lingkungan sekitar dalam menghadapi sesuatu yang mencurigakan, negara perlu memperkuat startegi nasional penanggulangan terorisme,” ujarnya saat menjadi salah seorang narasumber dalam acara seminar “Cegah Radikalisme Ala Milenial” di kampus Universitas Widyatama (Utama), Kota Bandung Senin (9/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut, ia pun mengajak para mahasiswa untuk turut berperan serta dalam mencegah paham radikalisme dan terorisme, dengan mulai mengenali gejala sebelum kejadian, saat kejadian dan pascakejadian.

Terlebih pola penyebaran paham radikalisme dan terorisme, sangat mudah berkembang di tengah kondisi masyarakat saat ini, seiring dengan adanya keinginan merubah tatanan kedaulatan bernegara.

Sujatmiko pun mengimbau, agar semua pihak dapat berperan aktif dari masyarakat, pemerintah, khususnya orang tua agar meningkatkan pengawasan atau kewaspadaan terkait adanya perubahan perilaku individu anggota keluarga, yang mengarah pada pencegahan paham menyimpang tersebut. Pasalnya, paham radikalisme tanpa disadari mudah berkembang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *