oleh

Nataru Pertamina Jaga Stok BBM Jalur Wisata dan Trans Jawa

IndonesiaBangsaku.com – Jawa Tengah sebagai destinasi tujuan liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan dijaga kebutuhan BBM jenis gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax) oleh PT Pertamina.  

Kebutuhan BBM berupa gasoline diprediksi meningkat seiring dengan mobilitas masyarakat dalam menggunakan kendaraan bermotor saat liburan tersebut. Terutama ruas Tol Trans Jawa dan jalur wisata.   “Pertamina membentuk satuan tugas (satgas), dimulai pada 18 Desember 2019 hingga 8 Januari 2020 untuk mengoptimalkan penyaluran BBM di Jawa Tengah,” kata Iin Febrian, General Manager Pertamina MOR IV, di Semarang, Rabu (11/12).  

Diprediksi untuk puncak arus kepadatan mobilitas kendaraan serta konsumsi BBM akan terjadi pada 24 Desember 2019 sampai dengan menjelang malam Tahun Baru 2020.  

“Dibukanya Tol Trans Jawa, wilayah kerja Petamina MOR IV di Jawa Tengah menjadi salah satu destinasi favorit bagi masyarakat yang ingin berlibur akhir tahun karena dapat dijangkau dengan mobil pribadi secara cepat,” katanya.  

Prediksi kenaikan konsumsi tertinggi produk BBM jenis gasoline akan terjadi pada produk Pertamax dan Pertamax Turbo dengan masing-masing presentase peningkatan sebesar 18 persen dan 20 persen.  

“Pertamax diprediksi akan naik dari rataan normal sebesar 2.124 KL menjadi 2.505 KL dan Pertamax Turbo dari 34 KL menjadi 41 KL. Gasoil (solar) diprediksi menurun turun 9 persen dikarenakan banyak industri yang akan libur,” jelas Iin.

  Total penambahan stok BBM gasoline secara keselurahan di Jateng dan DIY naik 15 persen dari rata-rata harian normal sebesar 13.038 kiloliter menjadi 14.969 kiloliter.  

Untuk pelayanan di jalan Tol Trans Jawa (utara), Pertamina menyiapkan sebanyak 21 titik pelayanan BBM yaitu sebanyak 6 titik kios Mobile Dispenser, 4 titik kios kemasan, 4 titik SPBU modular dan 7 titik SPBU regular.  

“Pengguna Tol Trans Jawa akan lebih nyaman dan tenang dengan penambahan titik pelayan BBM Tersebut,” ucapnya.   Sedangkan untuk di jalur selatan, Pertamina akan menyediakan 2 titik kios kemasan dan 2 Pertashop. Strategi-strategi memperkuat ketahanan distribusi yang dilakukan adalah dengan  menyiagakan selama 24 jam suplai point BBM yaitu 7 Terminal BBM (fuel terminal) dengan didukung sebanyak 458 Armada Mobil Tangki.  

Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah itu sendiri diperkirakan persentase kenaikan BBM juga sama yaitu 15 persen dari 11.084 Kiloliter menjadi 12.698 Kiloliter.  

Untuk stok LPG di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta secara total juga akan ditambah sebanyak 7,9 persen dari rataan harian normal sebesar 3.867 Metric Ton menjadi 4.174 Metric Ton.  

Sedangkan untuk kesiapan stok LPG khususnya di wilayah Jawa Tengah, untuk PSO akan ditambah sebanyak 6 persen dari rataan normal yaitu 3.138 MT menjadi 3.326 MT dan LPG Non PSO ditambah sebanyak 30,8 persen dari 244 MT menjadi 319 MT.  

Anna Yudhiastuti, Unit Manager Comm & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero) menyampaikan, Pertamina menyiagakan 2 Depot LPG selama 24 jam dan juga di dukung oleh 22 SPPBE (Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji) untuk siaga selama masa libur ini.   

“Pertamina telah mengkondisikan lembaga penyalur baik SPBU dan pangkalan LPG untuk melayani masyarakat,” katanya.  

Terdapat total 868 SPBU yang berada di lokasi strategis (jalur mudik dan wisata) telah dikoordinasikan untuk dapat beroperasi selama 24 jam dan 4.755 Pangkalan LPG PSO serta 490 outlet LPG Non PSO di Jawa Tengah yang akan tetap buka di tanggal merah/hari libur dengan mempertimbangkan waktu ibadah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *