oleh

Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ingatkan Adanya Cuaca Ekstrim Terhadap Pelayaran Di Wilayah Papua

Indonesiabangsaku.com – Jelang musim libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengingatkan Syahbandar di pelabuhan, para pemilik kapal, Nakhoda kapal untuk selalu memperhatikan faktor cuaca sebelum mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal yang akan berlayar khususnya di wilayah perairan Papua.

Direktur KPLP, Ahmad mengatakan berdasarkan data dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan adanya potensi gelombang tinggi selama sepekan di Papua mulai 7 s.d. 13 Desember 2019.

Gelombang tinggi mencapai 0,25-1,25 meter berpotensi terjadi Teluk Cenderawasih, Perairan Yos Sudarso-Merauke dan Perairan Agats-Amamapare.

Potensi gelombang tinggi mencapai 1,25-2,50 meter terjadi di Samudera Pasifik Utara Biak dan Jayapura, Perairan Biak, Perairan Jayapura-Sarmi, Laut Arafuru bagian timur.

Selain pada 7 s.d. 9 Desember 2019, potensi gelombang tinggi di wilayah yang sama juga terjadi pada 10 s.d. 13 Desember 2019. Kemudian di Perairan Biak, Perairan Jayapura-Sarmi, Laut Arafuru bagian timur.
Kemudian pada 10 s.d. 13 Desember 2019 gelombang 2,5 sampai 4 meter berpotensi terjadi di Samudera Pasifik utara Biak dan Jayapura.
Ahmad mengimbau kepada nelayan dan nakhoda kapal agar memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran.
Ia menjelaskan, tipe perahu nelayan sangat berisiko jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter, untuk kapal tongkang pada kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter.

Sementara, kapal feri  berisiko pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sementara kapal berukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada,” tutup Ahmad.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *