oleh

Operasi Pengamanan Natal 2019 Dimulai

IndonesiaBangsaku.com – Operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru dengan sandi Operasi Lilin 2019 sudah dimulai Senin (23/12/2019). Aparat kepolisian mulai menjaga pos-pos keamanan pada sejumlah gereja.

Di Gereja Katedral, Jakarta, pos keamanan Natal dan Tahun Baru berada di Jalan Katedral, persis di depan gereja. Polisi berjaga pada sejumlah pintu masuk, seperti di Jalan Banteng Utara dan Jalan Katedral. Setiap titik dijaga sekitar tiga personel.

Tenda-tenda untuk jemaat juga sudah terpasang di dalam dan di trotoar yang berada di Jalan Katedral. Misa Malam Natal diperkirakan akan dihadiri sekitar 15.000 anggota jemaat.

Petugas posko Inspektur Satu Marzuki menyatakan, pengamanan Natal baru efektif Selasa besok pada misa Malam Natal. Saat ini, polisi masih dalam penyiapan posko. ”Berhubung Operasi Lilin sudah mulai, kami mulai mengisi pos,” katanya.

Situasi serupa terpantau di Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel, Jakarta. Dua polisi berjaga di pintu masuk yang berada di Jalan Pejambon.

Di dalam pos keamanan dengan tenda berwarna merah putih itu, sedikitnya ada lima personel Polri.

Komandan pos keamanan GPIB Immanuel, Komisaris Fariyal R, menjelaskan, personel akan dibagi dalam tiga sif. Satu sif bertugas selama 12 jam.

Personel akan menjaga tiga pintu masuk di GPIB Immanuel. Ia melanjutkan, keamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 juga dibantu oleh TNI dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Berdasarkan pantauan Kompas, di Gereja Katedral dan Immanuel belum terlihat anggota ormas ataupun TNI.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, yang membawahkan Banser, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, separuh dari total 7 juta anggota Banser dikerahkan dalam pengamanan gereja. Keterlibatan Banser bertolak dari prinsip bahwa menjaga rumah ibadah pada hakikatnya adalah menjaga Indonesia.

Di seluruh Indonesia, Operasi Lilin melibatkan 191.807 personel gabungan. Mereka akan menjaga sebanyak 61.308 obyek vital, antara lain gereja, tempat wisata, tempat perayaan Tahun Baru, stasiun, dan bandara. Operasi akan dilaksanakan selama 10 hari, dari 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Berdasarkan analisis intelijen, ada 12 potensi kerawanan pada perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Ancaman terorisme di urutan pertama, diikuti kejahatan konvensional, kemacetan, kecelakaan transportasi, sweeping ormas, aksi penolakan peribadatan, dan konflik sosial.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *