oleh

Kami Jemput Bola Ganti Dokumen Kependudukan Warga Korban Banjir

IndonesiaBangsaku.com – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil Kemendagri) akan mengganti dokumen kependudukan warga yang jadi korban banjir.

Dokumen kependudukan yang rusak maupun hilang akan diganti dengan yang baru secara gratis. Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta berkesem­patan mewawancarai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pen­catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh. Berikut petikan wawancaranya.

Mendagri Tito Karnavian telah menginstruksikan lewat Dukcapil Kemendagri untuk mengganti dokumen kependudukan warga yang rusak atau hilang karena banjir. Ini sudah ditindaklanjuti?

Ya, kami akan ganti dokumen kependudukan yang hilang dan rusak akibat banjir. Karena salah satu dokumen penting yang harus dijaga keberadaannya bahkan senantiasa berada dekat dengan si empunya adalah dokumen kependudukan. Sebab, penerbitan dokumen kependudukan tak lain merupakan wujud pengakuan dan perlindungan negara terhadap status kependudukan setiap orang melalui pencatatan peristiwa penting dan peristiwa kependudukan.

Bagaimana dengan ketersediaan blangko eKTP?

Jangan khawatir, untuk keperluan ini, blangko lumayan tersedia cukup. Kami dari pusat akan memberikan pendampingan seperti biasanya. Tolong segera dilakukan mulai hari ini atau setelah banjir surut.

Apa sudah ada tim yang diturunkan untuk melakukan pergantian dokumen kependudu­kan yang hilang atau rusak itu?

Ya ini, hari ini (Minggu, 5 Januari 2020) saya bersama teman-teman Dinas Dukcapil DKI memberikan penggantian dokumen kependudu­kan hasil pendataan tanggal 2 dan tanggal 3 Januari.

Dokumen apa saja yang diganti?

Dokumen kependudukan terse­but, yakni e-KTP, Kartu Keluarga (KK), akta kela­hiran, hingga akta kematian yang diberi­kan secara gratis untuk mengganti dokumen kepen­dudukan yang hilang atau rusak akibat banjir. Bahkan, kami sudah membagi kartu keluarga, kemudian akta kematian, e-KTP, dan akta kelahiran yang hilang atau rusak kemarin. Nah, semuanya dibagikan tanpa dipungut biaya.

Apa ada prosedur khusus bagi warga yang ingin ganti dokumen kependudukannya yang rusak atau hilang?

Pergantian dokumen kepen­dudukan tersebut diberikan tanpa prosedur yang menyulit­kan masyarakat, termasuk tanpa surat pengantar RT atau RW. Jadi, kepada masyarakat diberikan kemudahan prosedurnya, tidak perlu membawa pengantar RT atau RW, tidak perlu pengantar kepolisian, dokumen yang hilang dan rusak langsung kami ganti, bisa perorangan maupun kolektif melalui RT atau RW masing-masing.

Sudah turun ke mana saja?

Selain ke Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, saya dan jajaran saya sudah ke Kantor Kelurahan Gaga, Kota Tangerang. Kemudian, ke ke Kabupaten Tangerang dan Kota Bekasi untuk menjemput bola ke beberapa lokasi terdampak banjir lainnya.

Apakah ada pelayanan keliling?

Jadi, ada pelayanan keliling di daerah terdampak bencana banjir, yang dilaksanakan berdasarkan per­mintaan kelurahan atau kecamatan.

Sudah ada warga yang menga­jukan pergantian?

Ya, dokumen Adminduk yang dicetak ulang karena bencana banjir berdasarkan permohonan warga melalui kelurahan dari tang­gal 2–3 Januari 2020 tercatat sudah ada sebanyak sembilan KK, delapan KTP, lima KIA, dan enam akte lahir. Sedangkan untuk kartu keluarga yang dicetak karena banjir di Kelu­rahan Gaga sebanyak 102 lembar KK. Waktu kami ke desa Teluk Naga Kabupaten Tangerang, di tempat pengungsian ini terdampak kurang lebih 2.500 orang ditempat pengungsian. Saya di sana membagikan juga e-KTP, KK, dan akta kelahiran secara simbolis di tempat pengung­sian Desa Teluk Naga. Sudah terdata lebih kurang 300 warga yang minta KK-nya diganti dan langsung di-print out oleh petugas yang mem­bawa printer ke lokasi pengungsian.

Kalau tidak salah, ANRI juga buka program pergantian doku­men. Apa bedanya?

Beda. Kalau ANRI itu kan doku­men yang tidak bisa digantikan. Mungkin ada dokumen-dokumen tertentu. Kalau dokumen kepen­dudukan kan bisa diganti. Mungkin ijazah luar negeri. Kalau Dukcapil KTP, KK, akta lahir yang terendam banjir dan tidak bisa ditemukan lagi. Nah, nanti akan berikan pelayanan lagi pascabanjir secara kolektuf, sehingga masyarakat tidak perlu datang satu per satu ke RT atau RW masing-masing.

Kami jemput bola melalui RT atau RW masing-masing, atau RT-RW dikumpulkan di kelurahan masing-masing. Nanti setelah jadi, RT atau RW tinggal mengambilkan. agus supriyatna/AR-3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *