oleh

Deteksi Dini Radikalisme di Sekitar Kita

IndonesiaBangsaku.com – Radikalisme berasal dari kata radix yang berarti akar . Webster (kamus) menulis radikalisme adalah the opinion and behavior of people who favors extreme changes especially in government: radical political ideas and behavior.

Singkat kata radikalisme diartikan sebagai pandangan dan perilaku dari orang-orang yang menginginkan perubahan secara ekstrem khususnya di pemerintahan. : ide-ide politik radical dan perilaku.Seorang penganut radikalisme biasanya menggunakan cara-cara yang revolusioner (perubahan yang cepat) dan biasanya mampu menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada dengan kekerasan.

Seorang pengamat terorisme , Sidney Jones pernah mengatakan bahwa ancaman teorisme dan radikalisme di Indonesia adalah nyata. Meski menurut dia, penganut ini edikit tetapi ada dan berpotensi menyebarkan kepada yang lain.

Salah satu sifat orang Indonesia yang baik tapi merugikan dari sisi terorisme adalah keramahan dan terbuka kepada orang lain bahkan yang belum dikenal sekalipun. Sehingga orang seperti dr Azhari atau teroris lain yang pernah hidup di Indonesia tidak terlalu sulit untuk berbaur dengan yang lain. Mereka juga tidak menimbulkan kecurigaan karena beraktifitas seperti biasa.

Bagaimana masyarakat bisa menerangai bahwa mereka punya faham berbeda dengan masyarakat pada umumnya ? Bagaimana masyarakat paham jika ajaran yang mereka anut itu berbahaya ?

Biasanya meski mereka  ramah terhadap siapapun di sekeliling mereka, tapi mereka tetap membawa ajaran yang agak berbeda dengan orang kebanyakan. Mereka berkeyakinan bahwa keyakinan merekalah yang paling benar diantara keyakinan orang lain, bahkan dari agama yang sama sekalipun.

Mungkin paling bijak untuk mendeteksi secara diri bahwa ada orang-orang yang punya keyakinan radikal yang berbahaya dari kita itu adalah mengajaknya berbincang-bincang. Semakin intens berbincang dan secara tidak sengaja mereka akan mengemukakan pandangan mereka terhadap agama dan keyakinan. Dengan membuatnya terbuka dengan keyakinan dan sejauh mana pandangan mereka itu, semakin kita bisa mengukur kadar kemungkinan radikalisme mereka.

Setelah berbincang dengan mereka , mungkin lebih baik jika kita berbicara dengan tokoh agama di lingkungan kita. Bukan untuk membuat keduanya berdebat tetapi  agar pemuka agama firm benar bahwa sang teman ini punya pandangan berbeda dengan orang kebanyakan soal agama dan mungkin bisa menimbulkan efek kekerasan.

Setelah firm maka mungkin sang tokoh bisa berbicara dengan pengurus lingkungan setempat untuk selalu mengawasi dari jauh sang teman radikal itu. Sedapat mungkin jika dinilai membahayakan , bisa dilaporkan kepada yang berwajib tanpa menimbulkan kecurigaan. Yang berwajib pasti punya ketentuan atau hal-hal yang bisa menengarai bahwa dia memang radikal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *