oleh

Soal Mudik, Luhut: Kita Tidak Mau Covid-19 Makin Menyebar

Indonesiabangsaku.com – Wabah corona (Covid-19)   jumlahnya terus meningkat dari hari ke hari, padahal sebentar lagi akan memasuki bulan puasa dan mudik lebaran. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perhubungan, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pihaknya masih punya skenario normal untuk mudik seperti tahun lalu.

Luhut menyebut skenario mudik tersebut adalah skenario normal. Apalagi, imbuhnya, mudik lebaran tahun lalu angkanya lebih bagus 16% dibandingkan sebelumnya. Namun skenario normal belum tentu akan digunakan di tengah kondisi Covid-19 yang terus meluas.

“Sekarang bagaimana kemarin kita baru rapat dengan Menko Polhukam, beberapa Menteri, Kepala BNPB ada juga. Kita bicara kemarin, sekarang sedang disiapkan oleh tim kecil skenarionya itu. Kalau skenario normal sudah nggak ada masalah,” ungkap luhut melalui akun Instagramnya, Selasa, (24/03/2020).

Lebih lanjut Luhut mengatakan, ada juga pilihan skenario tidak normal, karena tidak mau Covid-19 ini makin menyebar luas akibat mudik. Apalagi akan ada jutaan orang yang setiap tahunnya pergi mudik.

“Anda bisa bayangkan mudik itu bagaimana dampaknya pada kesehatan, nah tapi ujung-ujungnya akan tunggu juga fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nanti Presiden akan putuskan,” imbuhnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi membatalkan Program Mudik Gratis 2020. Warga diimbau juga untuk tak mudik saat Lebaran 2020 ini demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin masif, terutama ke daerah.

“Kalau pemerintah sementara ini saya katakan, mau dilarang atau tidak, yang penting yang jelas kita mulai mengimbau masyarakat untuk tidak mudik,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, ketika dihubungi CNBC Indonesia, Senin (23/3/20).

Dia mengatakan, sejauh ini di sejumlah daerah sudah terjadi penurunan mobilitas publik. Hal ini tercermin dari menurunnya pengguna jalan tol dan pengguna bus.

Wabah corona membuat aktivitas masyarakat semakin dikurangi. Hal ini sejalan dengan imbauan pemerintah agar warga untuk melakukan social distancing, menghindari perjalanan bila tak mendesak, dan tinggal di rumah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *