oleh

Pasien Pertama Positif Covid-19 di Mikika dinyatakan sembuh

Timika, Indonesiabangsaku – Pasien pertama yang dikonfirmasi positif terserang Covid-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dinyatakan sembuh pada 2 Mei. Itu setelah 15 hari pasien menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Novalina, warga Kelurahan Kuala Kencana, masuk ke RSUD Mimika untuk menjalani perawatan pada 23 Maret. Dia bersama seorang pasien lainnya pada 29 Maret dinyatakan terinfeksi virus korona berdasar hasil pemeriksaan.

Novalina mengaku sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk dan saat mengetahui hasil pemeriksaan menunjukkan positif terinfeksi virus korona. Dia menguatkan diri untuk menghadapinya. ”Perasaan saya saat itu ya tetap bersemangat. Saya sudah mempersiapkan diri. Apapun hasilnya, saya harus siap menjalani itu dengan sebaik-baiknya,” tutur Novalina seperti dilansir dari Antara melalui video berdurasi sekitar enam menit yang diambil tim RSUD Mimika.

Novalina menetapkan tekad untuk berusaha segera sembuh supaya bisa segera berkumpul dengan dua buah hati dan sang suami di rumah. ”Saya ingin cepat menyelesaikan proses penyembuhan penyakit supaya bisa bertemu dengan anak-anak dan keluarga di rumah,” kata Novalina.

Setelah didiagnosis terserang Covid-19, kabar tentang Novalina bertebaran di media sosial. Warga ingin tahu dari mana dia tertular, siapa saja yang pernah dia temui, dan ke fasilitas kesehatan mana saja dia pernah memeriksakan diri. Kabar mengenai Novalina menjadi bahan perbincangan di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika yang berpenduduk sekitar 250 ribu jiwa. Kondisi yang demikian mempengaruhi psikologis Novalina.

”Saat berita tentang saya bertebaran di medsos dan sampai ke telinga saya membuat saya drop. Semua itu merusak pikiran saya, semangat dan perasaan saya. Saya merasa bahwa masyarakat sepertinya tidak menerima saya,” tutur Novalina.

Dia mengaku sempat frustrasi. Namun kemudian berusaha membulatkan tekad untuk lekas sembuh. Dia lantas menutup semua akun media sosial supaya imunitasnya tidak turun karena pikirannya tidak terganggu pergunjingan mengenai kondisi sakitnya. ”Saya tutup semua akun media sosial saya. Saya tidak perduli dengan apapun omongan orang di luar sana,” terang novalina.

​​​​Novalina  mendapat perlakuan dan pelayanan sangat baik dari para petugas selama 15 hari menjalani perawatan di ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di RSUD Mimika. ”Tim dokter, perawat, bahkan tenaga kebersihan setiap hari mendatangi ruangan saya, mereka merawat saya, mendoakan saya, bahkan memberi saya semangat untuk cepat sembuh. Hal itu membuat saya semakin optimistis bahwa saya pasti akan sembuh. Terima kasih atas semua pelayanan, perhatian yang kalian semua keluarga besar RSUD Mimika berikan untuk saya,” ujar Novalina.

Sementara itu, menurut data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika, sejak 29 Maret hingga 3 Mei jumlah pasien COVID-19 di Mimika secara kumulatif sebanyak 87 orang dengan perincian 71 masih menjalani perawatan, 13 di antaranya dinyatakan sudah sembuh, dan tiga orang meninggal dunia. Sepuluh dari 13 pasien yang sudah dinyatakan sembuh sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Mimika.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengatakan, peningkatan kasus positif Covid-19 di Mimika dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan upaya pencarian dan penemuan kasus baru terus berjalan. Penyebaran COVID-19 utamanya dipengaruhi tingginya aktivitas atau pergerakan penduduk.

”Virus ini berpindah begitu cepat berkorelasi dengan pergerakan orang baik secara berkelompok ataupun sendiri-sendiri. Masyarakat Mimika harus bijaksana untuk tetap tinggal di rumah, tidak bepergian kemana-mana, tidak berkerumun, menjaga jarak sosial dan jarak fisik, mencuci tangan memakai sabun, dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Reynold.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan, optimistis jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di Mimika akan terus bertambah dan penularan virus korona bisa segera dikendalikan.

”Berdasar laporan yang saya terima dari Tim Gugus Tugas, kondisi semua pasien yang dirawat dan diisolasi di rumah sakit semuanya stabil. Bahkan, ada banyak yang kondisinya sehat cuma mereka terkonfirmasi positif saat pemeriksaan PCR. Kami yakin dalam minggu-minggu mendatang pasien yang sembuh akan bertambah banyak. Hanya satu saja kunci agar kita bisa melewati situasi yang sulit ini yaitu masyarakat harus patuh, tetap tinggal di rumah,” kata Johannes Rettob.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *