oleh

Pandemi Covid-19, 60 Juta UMKM Akan Dapatkan Subsidi Bunga Kredit

IndonesiaBangsaku.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memutuskan akan memberikan subsidi bunga kredit bagi 60 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ultra mikro (UMi) yang terkena dampak pandemi virus corona (Covid-19). Pemberian subsidi bunga tersebut akan dilakukan selama enam bulan.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, Rabu (29/4/2020).

“Atas arahan Bapak Presiden, pemerintah melakukan subsidi kredit. Garis kebijakan ini yang sudah disetujui Presiden,” kata Sri Mulyani.

Dijelaskannya ada tiga skema pemberian subsidi bunga kredit bagi UMKM yang terdampak pandemi ini.

Skema pertama, debitur dengan nilai kredit Rp 10 juta hingga Rp 500 juta akan diberikan subsidi bunga selama enam bulan.. Pada tiga bulan pertama, subsidi bunga kredit yang diberikan enam persen, lalu tiga bulan kedua sebesar tiga persen. Dengan nilai pinjaman dari Rp 10 juta hingga Rp 500 juta.

Ia merincikan jumlah nasabah UMKM yang adai di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ada 1,62 juta debitur, perbankan sebanya 20,02 juta debitur dan perusahaan pembiayaan, termasuk mereka yang membeli kredit motor roda dua ada sebanyak 6,76 debitur.

“Jadi untuk para peminjam mikro kecil ini yang kreditnya di bawah Rp 500 juta, mereka pinjam di BPR atau perbankan atau pembiayaan yang pinjamannya di bawah Rp 500 juta, ini setara dengan KUR. Mereka dapat fasilitas tiga bulan pertama bunganya dibayarkan pemerintah sebesar 6 persen dan tiga bulan selanjutnya bunga yang ditanggung pemerintah tiga persen. Jadi dalam hal ini pemerintah memberi subsidi bunga selama 6 bulan,” terang Sri Mulyani.

Skema kedua, bagi pelaku UMKM yang kreditnya Rp 500 juta sampai Rp 10 miliar. Melalui skema ini, mereka akan mendapatkan subsidi bunga sebesar tiga persen pada tiga bulan pertama dan dua persen selama tiga bulan berikutnya.

Tidak hanya itu, lanjur Sri Mulyani, bank bisa memberikan fasilitas restrukturasi kepada para pelaku UMKM yang kreditnya Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar. Keringanan kreditnya dengan menunda pembayaran pinjaman pokok selama enam bulan.

“Ini adalah para debitur atau peminjam untuk UKM yang sampai kreditnya sampai Rp 500 juta dengan skema tadi subsidinya dan untuk kredit menengah Rp 500 juta – Rp 10 miliar. Bank-bank bisa memberikan restruktur dengan penundaan pokok selama 6 bulan dan kemudian para debitur bisa mendapat subsidi bunga dari pemerintah,” jelas Sri Mulyani.

Kemudian skema ketiga diberikan untuk UMKM yang kreditnya di bawah Rp 10 juta. Para pelaku UMKM yang dimaksud merupakan penerima pinjaman dari PNM Mekaar, UMi, dan Pegadaian. Diungkapkan Menteri Keuangan, tercatat ada 6,08 juta debitur yang mendapatkan pinjaman dari Mekaar, satu juta dari UMi, dan 10,6 juta dari Pegadaian.

“Mereka ini juga akan mendaptkan bantuan subsidi pemerintah. Untuk UMi, Mekaar dan Pegadaian mendapatkan pembayaran bunga dari pemerintah selama enam bulan sebesar enam persen,” tutur Sri Mulyani.

Diluar, untuk kredit seperti koperasi yang belum mendapatkan akses UMi, diperkirakan jumlahnya mencapai 1,7 debitur. Kemudian nasabah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang mencapai 30 ribu merchant atau UMKM yang selama ini menjadi nerchant di berbagai online platform, jumlahnya mencapai 3,7 juta debitur. Kemudian jumlah UMKM binaan pemerintah daerah dan petani atau nelayan jumlahnya mencapai 6,2 juta nasabah.

“Mereka juga akan mendapatkan subsidi bunga selama enam bulan sebesar enam persen dari pemeirntah,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam ratas yang sama, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan atas arahan Presiden Jokowi, maka pemerintah akan memberikan subsidi bunga kredit kepada nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR), Ultra Mikro (UMi), PNM Mekaar dan pegadaian serta nasabah pinjaman lainya dengan memberikan insentif keringan pembayaran bunga pinjaman. Total jumlah nasabahnya ada sebanyak 60 juta orang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *