oleh

Bantah Pemerintah Gunakan Herd Immunity, Achmad Yurianto: Ke Depannya Juga Tidak Digunakan

Indonesiabangsaku.com – Beberapa hari terakhir, warganet sedang ramai membicarakan metode penanganan wabah virus corona atau Covid-19  yang bernama herd immunity.

Tak sedikit dari mereka yeng menganggap pemerintah Indonesia akan menggunakan metode tersebut.

Bahkan, kata “herd immunity” sendiri sempat merajai trending Twitter Indonesia.

Mengenai hal ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto angkat bicara.

Ia menegaskan, pemerintah tidak menggunakan strategi herd immunity (kekebalan komunitas) untuk menghadapi wabah Covid-19 di Indonesia.

“Pertanyaannya apakah kita pakai itu?”

“Jawabannya tidak,” ujar Yuri ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Yuri juga menegaskan bahwa metode tersebut tidak akan digunakan ke depannya oleh pemerintah Indonesia.

“Tidak, tidak (ke depannya tidak digunakan),” tambah Yuri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy juga sempat menyinggung herd immunity.

Dalam seminar virtual pada 7 Mei 2020 lalu, Muhadjir berpendapat bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berada di tengah-tengah, antara opsi ekstrem lockdown dan herd immunity.

“Pilihannya bisa luwes, mendekati lockdown atau mendekati herd immunity,” kata Muhadjir (Kompas, 10 Mei 2020).

Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut.

Meski dinilai bisa menghambat penyebaran virus.

Namun strategi ini dapat memakan korban dalam jumlah besar.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono berharap pemerintah tak menggunakan strategi herd immunity ini.

Sebab, untuk memunculkan herd immunity, maka lebih dari separuh penduduk Indonesia harus terinfeksi.

Hal itu dikawatirkan akan menimbulkan banyak kasus kematian.

Khususnya pada kelompok rentan yang berusia tua atau memiliki penyakit bawaan.

“Bisa menjadi bumerang, makan korban sendiri, karena yang terinfeksi harus lebih dari separuh penduduk.”

“Jumlah penduduk kita ratusan juta. Jumlah kematian kan banyak yang tua-tua.”

“Nanti kita enggak punya kakek atau enggak punya ayah lagi,” ujar Pandu.

Herd immunity adalah konsep epidemiologi, ketika suatu penyebaran penyakit menular akan terhambat karena sekelompok populasi kebal terhadap penyakit itu.

Kekebalan itu bisa timbul secara alamiah karena sembuh dari penyakit tadi, bisa pula muncul karena imunisasi atau pemberian vaksin.

Namun, karena Covid-19 belum ditemukan vaksinnya, maka jalan menuju herd immunity ditempuh dengan membiarkan sebagian besar penduduk terpapar virus SARS-CoV-2, dengan harapan tubuh mereka membentuk antibodi hingga kebal terhadap virus tersebut. (TribunNewsmaker/ *)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *